Kenaikan Barang Tertinggal di LRT Jabodebek Capai 1.086 Unit di April
- 05 Mei 2026 23:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT LRT Jabodebek mencatat temuan 1.086 barang milik penumpang LRT Jabodebek selama April 2026.
- Padatnya aktivitas masyarakat perkotaan memicu peningkatan kasus barang tertinggal sebanyak 6,5 persen dibandingkan periode bulan sebelumnya.
- Pengelola menjamin keamanan seluruh temuan melalui sistem pencatatan resmi serta proses verifikasi kepemilikan yang sangat ketat.
RRI.CO.ID, Jakarta - LRT Jabodebek mencatat sebanyak 1.086 barang tertinggal milik penumpang selama bulan April 2026. Temuan benda berharga tersebut tersebar pada seluruh area stasiun maupun gerbong kereta sepanjang rute layanan.
Angka temuan barang tersebut mengalami peningkatan sekitar 6,5 persen jika dibandingkan akumulasi data bulan Maret lalu. Kelalaian dipicu oleh mobilitas tinggi masyarakat kawasan perkotaan yang melakukan perjalanan secara cepat menggunakan moda transportasi publik.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika memberikan laporan data terbaru mengenai temuan tersebut. Dia menjelaskan alasan di balik meningkatnya angka barang tertinggal pada seluruh area stasiun di kawasan ibu kota.
“Dalam kondisi mobilitas yang tinggi, potensi kelalaian meningkat. Rata-rata barang tertinggal diantaranya merupakan barang penting. Ini menjadi perhatian bersama, baik bagi operator maupun pengguna LRT Jabodebek,” ujar Radhitya dalam keterangannya, Selasa, 5 Mei 2026.
Petugas mengeklaim telah menyerahkan 474 barang kepada pemilik aslinya selama periode April 2026. Pengelola saat ini sedang memproses penyimpanan serta verifikasi kepemilikan bagi sisa temuan yang belum diambil para penumpang.
“Seluruh barang tertinggal ditangani melalui prosedur standar yang mencakup pencatatan, pengamanan, hingga verifikasi kepemilikan. Proses ini juga didukung oleh sistem CCTV serta koordinasi antar petugas di stasiun dan dalam perjalanan kereta,” katanya.
Temuan didominasi kartu uang elektronik maupun dompet hingga perangkat gawai canggih seperti ponsel dan juga laptop. Pencapaian penyerahan barang pada bulan sebelumnya menunjukkan ada 385 benda yang berhasil dibawa pulang kembali oleh pemiliknya.
“Kesadaran pengguna menjadi kunci utama. Memastikan barang bawaan sebelum turun dari kereta adalah langkah sederhana yang dapat mencegah kehilangan,” ucapnya.
Data statistik mencatat terdapat sekitar 635 barang masih dalam penjagaan ketat petugas keamanan stasiun sampai saat ini. Penumpang yang merasa kehilangan harta benda dapat segera menghubungi petugas stasiun terdekat secara langsung di lapangan nanti.
“Bagi pengguna LRT Jabodebek yang mengalami barang tertinggal, dapat melaporkan melalui petugas di stasiun, kereta, Contact Center KAI 121, email cs@kai.id, maupun media sosial resmi KAI121,” ujar Radhitya.
Rincian kategori barang pada Maret lalu meliputi 809 unit barang biasa dan 113 buah benda sangat berharga. Temuan lainnya terdiri atas 98 paket makanan maupun minuman yang ditinggalkan penumpang di dalam sarana transportasi umum.
Salah satu pengguna setia bernama Nanik memberikan tanggapan positif terhadap layanan keamanan kereta saat ini. Dia merasa tenang selama menempuh perjalanan menuju tempat tujuan karena kondisi fasilitas angkutan sangat aman serta nyaman.
"Saya menikmati LRT Jabodebek, dengan rasa nyaman dan aman. Tak takut kehilangan barang, atau pun takut terlambat karena on-time," kata Nanik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....