HIPMI: Langkah Danantara Bawa Dampak Positif bagi Pengemudi Ojol dan Industri

  • 03 Mei 2026 19:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Masuknya pemerintah dalam kepemilikan saham berpotensi mendorong transparansi tata kelola perusahaan aplikator digital nasional lebih baik
  • Ekonomi digital Indonesia harus tumbuh dengan prinsip keadilan
  • Diharapkan, seluruh pihak dalam ekosistem mulai pemerintah, aplikator, pengemudi, hingga konsumen dapat memperoleh manfaat yang seimbang ke depan

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP-HIPMI) menilai langkah pemerintah melalui Danantara membawa dampak positif bagi pengemudi ojek online (ojol) dan industri digital. Kebijakan tersebut dinilai sebagai upaya strategis untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan nasional.

Ketua BPP HIPMI Bidang Sinergitas Danantara BUMN dan BUMD Anthony Leong mengapresiasi, langkah pemerintah membeli sebagian saham aplikator ojol. Menurutnya, kehadiran negara dalam struktur kepemilikan perusahaan aplikator dapat memperkuat perlindungan serta meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi di lapangan.

“Inilah bentuk kebijaksanaan pemerintah langkah ini merupakan sinyal positif bahwa negara hadir mengoreksi ketimpangan ekosistem digital nasional. Driver ojol merupakan bagian penting rantai ekonomi nasional sehingga sudah sewajarnya mendapatkan porsi pendapatan lebih adil," ucapnya. dalam keterangan pers ditulis, Minggu, 3 Mei 2026.

Anthony menambahkan, masuknya pemerintah dalam kepemilikan saham berpotensi mendorong transparansi tata kelola perusahaan aplikator digital nasional lebih baik. Hal tersebut penting memastikan hubungan seimbang antara platform dan mitra pengemudi serta menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat.

“Digitalisasi harus memberi manfaat merata jangan sampai pertumbuhan perusahaan teknologi besar tidak sejalan dengan peningkatan kesejahteraan mitra lapangan. Kami juga mendukung langkah pemerintah dan DPR mengkaji skema hubungan kerja driver dengan aplikator melibatkan organisasi pengemudi secara aktif," ucapnya.

Menurutnya kebijakan ini dapat menjadi momentum reformasi industri ride hailing nasional agar lebih sehat berkelanjutan dan inklusif bagi semua. Diharapkan, seluruh pihak dalam ekosistem mulai pemerintah, aplikator, pengemudi, hingga konsumen dapat memperoleh manfaat yang seimbang ke depan.

“Ekonomi digital Indonesia harus tumbuh dengan prinsip keadilan. Sehingga, seluruh pihak berada dalam ekosistem yang saling menguntungkan bersama,” ucapnya.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan, bahwa potongan komisi bagi pengemudi ojek online (ojol) ditargetkan turun menjadi delapan persen. Kebijakan ini seiring langkah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang telah membeli sebagian saham sejumlah perusahaan aplikator.

Pernyataan tersebut disampaikan usai menerima audiensi aliansi serikat buruh di Kompleks Parlemen, Jumat, 1 Mei 2026. Ia menjelaskan, masuknya pemerintah sebagai pemegang saham bertujuan mendorong penyesuaian sistem dan kebijakan agar lebih berpihak pada pengemudi.

Menurut Dasco, prioritas utama pemerintah adalah menurunkan beban potongan komisi yang selama ini berkisar antara 10 hingga 20 persen. Potongan tersebut dinilai cukup memberatkan karena berdampak langsung terhadap pendapatan harian para pengemudi.

“Paling pertama adalah menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20 atau 10 persen, sehingga aplikator hanya akan mengambil delapan persen dari yang dikumpulkan,” ujar Dasco.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....