Ekspor Konstruksi Melaju, Dubes Siswo Perkuat Sinergi Indonesia-Australia
- 01 Mei 2026 15:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Siswo Pramono mendorong sinergi Indonesia-Australia melalui partisipasi di Sydney Build Expo 2026.
- Keikutsertaan perusahaan nasional membuka peluang kemitraan strategis serta meningkatkan eksposur produk konstruksi Indonesia.
- Sejumlah perusahaan mencatat potensi transaksi jutaan dolar AS dari produk kayu olahan, baja, dan material bangunan.
RRI.CO.ID, Sydney - Duta Besar Republik Indonesia Canberra Siswo Pramono mengatakan partisipasi Indonesia dalam Sydney Build Expo 2026 merupakan komitmen kerja sama. Siswo menyebut kehadiran perusahaan nasional pada ajang ini dapat membuka peluang kemitraan strategis dengan Australia.
Siswo memaparkan bahwa keikutsertaan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung diplomasi ekonomi nasional Indonesia. Menurut Siswo, posisi Indonesia kian kuat sebagai mitra terpercaya penyedia solusi konstruksi berkualitas di global.
“Partisipasi Indonesia dalam Sydney Build Expo 2026 mencerminkan komitmen kuat untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Australia. Kami optimistis kehadiran perusahaan Indonesia pada ajang ini dapat membuka peluang kemitraan strategis,” ujar Siswo di Sydney, Kamis, 30 April 2026.
Delegasi Indonesia didukung oleh partisipasi perusahaan nasional yang menampilkan berbagai inovasi material bangunan unggulan. Pameran ini berlangsung di International Convention Centre (ICC) Sydney pada akhir April 2026.
Atase Perdagangan (Atdag) Republik Indonesia Canberra Agung Haris Setiawan mengatakan keterlibatan perusahaan lokal mampu meningkatkan eksposur produk. Agung menyebut peluang kerja sama dengan distributor hingga pengembang proyek di Australia kini terbuka lebar.
“Partisipasi perusahaan-perusahaan Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan eksposur produk nasional di pasar internasional. Sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis dengan mitra potensial di Australia, termasuk distributor, kontraktor, dan pengembang proyek,” kata Agung.
Perusahaan Perseroan Terbatas (PT) Sumber Graha Sejahtera meraih potensi transaksi fantastis senilai 12 juta Dolar Amerika Serikat. Produk kayu olahan mereka diperkenalkan melalui kolaborasi dengan merek Sampoerna Kayoe pada pameran tersebut.
Sementara itu, PT Trimitra Fabrikasi Engineering berhasil mencatatkan potensi transaksi senilai 9 juta Dolar Amerika Serikat. Perusahaan tersebut menampilkan kapabilitas fabrikasi baja dengan standar internasional tinggi sesuai kriteria pasar Australia.
PT RB Shera Solusi Bangunan Indonesia sukses memperkenalkan produk papan silikat bermerek RB SHERA. Perusahaan tersebut berhasil meraup potensi transaksi bisnis hingga mencapai 10 juta Dolar Amerika Serikat.
Direktur PT Sumber Graha Sejahtera Agis Bachtiar menjelaskan pameran ini merupakan sarana strategis promosi. Agis mengatakan kegiatan tersebut memberikan masukan langsung terkait preferensi serta kebutuhan pasar konstruksi di Australia.
“Namun, terdapat tantangan dalam memenuhi standar Australia yang dinilai memiliki perbedaan dibandingkan dengan standar di negara lain. Selain itu, perlu adanya mitra lokal agar lebih mudah mempromosikan produk-produk dari Indonesia,” kata Agis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....