PINTU Gelar Edukasi Seputar Aset Kripto ke Mahasiswa UNM Makassar

  • 28 Apr 2026 19:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Makassar - Di tengah pesatnya pertumbuhan aset kripto dan derasnya arus informasi di media sosial, literasi menjadi kunci untuk menekan risiko investasi. PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform kripto yang telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memperluas edukasi dengan menyasar kalangan mahasiswa melalui program 'Pintu Goes to Campus'.

Kali ini, PINTU menyambangi Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam kegiatan Finance Talk 2026 bertema "Mengenal Cryptocurrency dari Dasar untuk Investasi yang Aman dan Bijak". Diskusi ini diikuti sekitar 100 mahasiswa Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital (HIMABISDIG).

Kegiatan ini juga mencerminkan meningkatnya kebutuhan literasi keuangan digital di kalangan generasi muda. Hal ini seiring popularitas aset kripto yang kian meluas namun juga diiringi risiko tinggi akibat minimnya pemahaman.

Dosen Program Studi Bisnis Digital UNM, Dr. Valentino Aris, menilai kehadiran pelaku industri secara langsung menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran mahasiswa. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena memberikan perspektif praktis.

"Dalam diskusi mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori. Namun, juga gambaran nyata terkait investasi cryptocurrency sebagai referensi dalam mengambil keputusan," ujarnya seperti dikutip, Senin, 27 April 2026.

Senada, Dosen Bisnis Digital UNM, Fadil Muhammad, menekankan bahwa banjir informasi di era digital kerap memunculkan disinformasi, termasuk terkait aset kripto.

"Kita melihat banyak informasi yang beredar, tetapi tidak semuanya valid. Kegiatan ini menjadi ruang belajar untuk menyaring informasi dan memahami kripto secara lebih komprehensif," ucapnya.

Dari sisi industri, Blockchain & Crypto Trader Specialist PINTU, Ilham Trierasvidi mengungkapkan, tingkat ketertarikan mahasiswa terhadap kripto tidak hanya pada aspek investasi, tetapi juga teknologi di baliknya seperti blockchain. Ia melihat antusiasme mahasiswa terhadap investasi kripto sangat tinggi.

"Diskusi tentang kripto bukan lagi hal tabu, justru menjadi fokus pembelajaran. Ini menunjukkan adanya pergeseran cara pandang generasi muda terhadap teknologi dan investasi," ucapnya.

UNM sendiri dinilai memiliki ekosistem pendukung melalui HIMABISDIG yang aktif mengembangkan literasi pasar modal dan aset digital. Salah satu programnya, Ekosistem 2 Saham & Cryptocurrency, menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar, menganalisis, dan memahami strategi investasi secara kolaboratif.

Secara nasional, tren adopsi kripto terus menunjukkan pertumbuhan. Data regulator mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia telah melampaui puluhan juta pengguna dalam beberapa tahun terakhir, dengan dominasi kelompok usia muda. Namun, peningkatan ini juga diiringi tantangan literasi dan perlindungan investor.

Melihat dinamika tersebut, PINTU menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan edukasi berkelanjutan di kampus sebagai upaya membangun ekosistem investasi yang sehat.

"Mahasiswa adalah generasi yang akan membentuk masa depan industri ini. Kami ingin mereka tidak hanya tertarik, tetapi juga memahami risiko dan mampu mengambil keputusan investasi secara bijak dan bertanggung jawab," kata Ilham menandaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....