Tarif Murah KA Bukit Serelo Perkuat Mobilitas Ekonomi Sumatra Selatan

  • 27 Apr 2026 01:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kereta Api Bukit Serelo mengangkut sebanyak 141.122 penumpang pada triwulan pertama tahun 2026.
  • PT Kereta Api Indonesia menetapkan tarif tiket perjalanan sebesar Rp32.000 untuk lintas Kertapati hingga Lubuklinggau.
  • Layanan kereta api bersubsidi meningkatkan efisiensi biaya dan mendorong mobilitas ekonomi warga di Sumatra Selatan.

RRI.CO.ID, Palembang - Kereta Api Bukit Serelo kini mencatatkan jumlah penumpang mencapai 141.122 orang pada triwulan I 2026. Layanan bertarif Rp32.000 tersebut menjadi pilihan utama warga Sumatra Selatan untuk melakukan perjalanan ekonomi serta aktivitas sosial mereka.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menginformasikan rilis data kenaikan jumlah pelanggan pada hari Minggu, 26 April 2026. Jalur sepanjang 294 kilometer dari Stasiun Kertapati hingga Stasiun Lubuklinggau sangat penting dalam menunjang pergerakan roda ekonomi daerah.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut layanan kereta ini merupakan bagian dari skema subsidi milik pemerintah. Program bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan tersebut berupaya menjaga kestabilan harga tiket perjalanan jarak jauh masyarakat.

“KA Bukit Serelo melayani perjalanan jarak jauh yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Tarif yang terjangkau memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap produktif dan menjaga aktivitas ekonomi,” ujar Anne.

Kenaikan angka okupansi 7,32 persen menguatkan bukti adanya pertumbuhan tren penggunaan layanan angkutan massal di Sumatra. Pencapaian total pemakai tahun ini lebih tinggi daripada 131.494 orang pada kurun waktu sama tahun lalu.

Kereta api lintas jauh ini singgah di Prabumulih, Muara Enim, hingga Kabupaten Lahat guna melayani naik turun penumpang. Seluruh lokasi pemberhentian kereta tersebut didominasi para pelaku industri perdagangan maupun warga di sektor pelayanan jasa.

Penamaan transportasi berbasis rel ini terinspirasi dari salah satu objek alam ikonik populer di Kabupaten Lahat. Keunikan panorama sungai pegunungan hijau di Sumatra Selatan sanggup membuka peluang besar pertumbuhan pada sektor dunia pariwisata lokal.

“Infrastruktur transportasi yang andal memberi dampak langsung pada kehidupan masyarakat. Aktivitas berjalan lebih teratur, waktu lebih terjaga, dan produktivitas dapat meningkat,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.

Adanya efisiensi pengeluaran memberikan kesempatan penduduk dalam mengalokasikan sisa uang demi pemenuhan urusan kesehatan ataupun bekal pendidikan. Mobilitas antarwilayah yang dilakukan warga pada rute lintas panjang juga terbukti menjadi jauh lebih teratur lewat transportasi rel.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat provinsi ini merupakan wilayah terluas di Sumatra dengan sebaran populasi tinggi. Sekitar 8,9 juta penduduk tetap menjaga ritme pergerakan ekonomi agar selalu bergerak meskipun menghadapi jarak antarwilayah yang berjauhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....