Volume Penumpang Stasiun Rogojampi Meningkat di Triwulan I 2026
- 26 Apr 2026 23:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Stasiun Rogojampi melayani total 134.321 penumpang naik dan turun pada periode triwulan pertama tahun 2026 ini.
- Konektivitas transportasi antara stasiun dan bandara mempercepat mobilitas wisatawan untuk menjangkau berbagai destinasi unggulan di Banyuwangi.
- Peningkatan infrastruktur kereta api di Jawa Timur telah memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekonomi dan sektor budaya daerah.
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Stasiun Rogojampi melayani 67.212 orang penumpang naik sepanjang triwulan pertama 2026 berdasarkan data KAI. Peningkatan volume tersebut menyentuh angka 19,9 persen dibandingkan total capaian periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara, volume kedatangan penumpang mencapai 67.109 orang. Fasilitas transportasi massal ini terus mendukung geliat ekonomi daerah Banyuwangi melalui kemudahan mobilitas harian warga lokal.
“Perjalanan yang semakin mudah membantu masyarakat menjalankan aktivitas dengan lebih efisien. Akses yang dekat antara stasiun dan bandara membuka peluang usaha, memperkuat pergerakan ekonomi, serta mendukung pengembangan pariwisata dan budaya daerah,” ujar Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba, Minggu, 26 April 2026.
Stasiun peninggalan Belanda tersebut berada sangat dekat dengan Bandara Internasional Banyuwangi yang hanya berjarak delapan kilometer. Lokasi sangat strategis ini memberikan kenyamanan ekstra bagi wisatawan untuk mengakses berbagai destinasi unggulan di Kabupaten Banyuwangi.
KAI juga menambah jadwal layanan KA Sangkuriang dengan relasi baru rute Bandung-Banyuwangi pulang pergi setiap harinya. Penumpang dapat memilih kereta api lokal seperti Probowangi ataupun kereta jarak jauh demi menjamin kelancaran pergerakan harian antarkota.
“Kepercayaan masyarakat menjadi dorongan bagi KAI untuk terus menjaga kualitas layanan. Setiap perjalanan diharapkan memberi kemudahan, rasa aman, serta manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.
Sejarah operasional stasiun ini bermula saat perusahaan Belanda Staatsspoorwegen meresmikan jalur distribusi sepanjang 58 kilometer pada tahun 1903. Pelanggan kini lebih mudah menjangkau lokasi cagar alam Alas Purwo serta kawasan hutan trembesi yang terkenal bernama De Djawatan.
Kuliner khas Sego Cawuk dan Rujak Soto juga memberikan pengalaman menarik bagi para pengunjung saat berkunjung ke Rogojampi. Aktivitas stasiun ini secara nyata telah memajukan pertumbuhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di pasar lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....