Hari Bumi Sedunia, KAI Group Jadikan Momentum Bangun Transportasi Efisien
- 22 Apr 2026 22:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KAI berhasil melayani 128.055.072 pelanggan pada periode tiga bulan pertama tahun 2026 guna mendukung target mobilitas berkelanjutan nasional.
- Manajemen menerapkan kebijakan bauran energi ramah lingkungan melalui penggunaan Biosolar B40 serta pengoperasian instalasi tenaga surya di 92 lokasi.
- Perusahaan melaporkan tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai angka 99,84 persen demi menjamin produktivitas bagi seluruh para pengguna jasa transportasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Masyarakat dari seluruh dunia saat ini sedang memperingati Hari Bumi pada Rabu, 22 April 2026. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadikan momentum tersebut sebagai arah transformasi perusahaan membangun sistem transportasi efisien.
Pihak manajemen menginformasikan rilis data jumlah volume pelanggan sebanyak 128.055.072 orang pada periode triwulan pertama tahun 2026. Pertumbuhan jumlah penumpang tersebut naik sebesar 9,97 persen apabila dibandingkan pencapaian volume pada periode tahun sebelumnya.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan upaya pembaharuan sebanyak 151 unit lokomotif dan 328 gerbong kereta. Pihaknya sedang fokus pada proyek elektrifikasi lintas Rangkasbitung menuju Merak guna mengejar kapasitas penumpang sebanyak 1,4 juta orang.
“Kereta api mencerminkan kemajuan peradaban sebuah bangsa. Melalui transformasi yang kami jalankan, KAI terus memperkuat sistem transportasi yang efisien, rendah emisi, dan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujar Anne Purba.
“Pengembangan ini kami arahkan agar setiap perjalanan memberikan manfaat yang lebih luas, baik dari sisi layanan, efisiensi, maupun dampaknya terhadap lingkungan,” katanya.
Perusahaan saat ini mulai meningkatkan kualitas penggunaan bahan bakar nabati Biosolar B40 bagi operasional seluruh armada lokomotif aktif. Setiap sarana tersebut juga mulai dipersiapkan menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan yaitu bauran jenis biodiesel B50.
PT Kereta Api Indonesia turut mengoperasikan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada 92 titik lokasi operasional milik perusahaan. Kapasitas instalasi panel surya tersebut sanggup memproduksi tenaga listrik nasional dalam menunjang kebutuhan energi sebesar 4.430,65 kWp saat ini.
Keberhasilan dalam menjaring banyak pengguna jasa tersebut sanggup memperkuat peran moda kereta api sebagai tulang punggung transportasi. Kinerja operasional perusahaan tersebut juga memberikan pengaruh sangat besar terhadap peningkatan tingkat efisiensi penggunaan energi nasional saat ini.
Korporasi merilis besaran paparan karbon selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang menghasilkan emisi sebanyak 8.928.821 kg karbon dioksida. Angka tersebut relatif masih lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai pembuangan emisi gas buang dari penggunaan mobil pribadi.
Inovasi berupa teknologi Battery Electric Multiple Unit (BEMU) saat ini terus dikembangkan guna mendorong program percepatan dekarbonisasi nasional. Pengoperasian sarana tersebut sanggup menghasilkan tingkat emisi lokal rendah guna meminimalkan risiko kerusakan kualitas udara di lingkungan masyarakat.
Pelanggan dapat memantau rincian estimasi nilai jejak karbon pada setiap perjalanan menggunakan layanan digital di aplikasi Access by KAI. Tingkat keberangkatan kereta api juga sangat stabil karena berada pada persentase 99,84 persen serta kedatangan mencapai 97,61 persen.
“Melalui transformasi yang terus dijalankan, KAI akan terus menghadirkan layanan transportasi yang efisien, andal, serta berkontribusi pada kemajuan peradaban yang selaras dengan keberlanjutan,” kata Executive Vice President Sekretaris Perusahaan PT KAI Wisnu Pramudya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....