Angkutan Peti Kemas Kereta Api Triwulan I 2026 Tembus 1,37 Juta Ton

  • 21 Apr 2026 00:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia mencatat kenaikan volume angkutan peti kemas mencapai 1.371.036 ton pada periode Triwulan I tahun 2026.
  • KAI mengoperasikan layanan KA Brumbung Cargo dari wilayah Kabupaten Demak menuju Jakarta dengan frekuensi pengiriman setiap dua hari.
  • Angkutan barang berbasis rel berperan penting dalam meningkatkan efisiensi distribusi logistik serta menjaga kualitas kondisi infrastruktur jalan raya.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan kenaikan volume peti kemas pada Senin, 20 April 2026. Angkutan peti kemas Triwulan I tahun 2026 mencapai 1.371.036 ton atau meningkat dibanding periode tahun lalu.

Layanan kereta baru Brumbung Cargo diperkenalkan sebagai moda logistik penghubung Kabupaten Demak sampai kawasan Jakarta. Moda angkutan peti kemas tersebut beroperasi demi memberikan proses pengiriman barang nasional yang terjadwal serta efisien.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan tren pergerakan logistik kini semakin mengandalkan armada rel. Masyarakat sudah mulai mempercayai keandalan layanan jasa transportasi karena kepastian jadwal perjalanan yang diberikan oleh perusahaan.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kereta api semakin dipilih sebagai bagian dari rantai distribusi. Perjalanan barang dapat direncanakan dengan lebih pasti, dengan waktu tempuh yang terjaga,” ujar Anne dalam keterangannya di Jakarta.

Kapasitas muatan pada setiap rangkaian gerbong kereta kargo tersebut dapat menampung beragam jenis barang dengan muatan besar. Keberangkatan armada transportasi ini telah mempertimbangkan aspek posisi wilayah strategis pada bagian tengah daerah pulau Jawa.

“Sejalan dengan itu, kehadiran KA Brumbung Cargo menjadi bagian dari penguatan jaringan logistik di Pulau Jawa. Dengan rangkaian 20 gerbong datar atau setara 40 TEUs, kereta api ini memiliki kapasitas angkut hingga sekitar 800 ton dalam satu perjalanan dan melayani pengiriman multikomoditas dengan frekuensi satu kali setiap dua hari,” katanya.

Sektor operasional logistik perkeretaapian wilayah Daerah Operasi 4 Semarang terus mengumpulkan data performa bisnis yang cukup impresif. Pertumbuhan angka angkutan kiriman kargo dalam skala daerah turut mendongkrak capaian kinerja perusahaan dalam taraf level nasional.

“Peran wilayah operasional juga terlihat dari kinerja angkutan barang di Daop 4 Semarang. Selama Triwulan I tahun 2026, angkutan peti kemas tercatat 58.770 ton, meningkat 16% dibandingkan tahun 2025 sebesar 50.459 ton,” ucap Anne.

Upaya pemindahan barang dari kendaraan aspal menuju rangkaian baja bertujuan untuk menjaga kualitas keawetan permukaan aspal jalan. Pemanfaatan jalur kereta sanggup memangkas biaya distribusi tinggi demi mendukung peningkatan ekonomi seluruh para pelaku usaha mikro.

“Perjalanan logistik yang beralih ke kereta api memberikan manfaat yang lebih luas, mulai dari efisiensi biaya hingga kelancaran distribusi di berbagai wilayah,” ujarnya.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan PT KAI Wisnu Pramudya menekankan komitmen manajemen demi kepuasan logistik pelanggan umum. Sektor perkeretaapian ingin hadir sebagai penyedia layanan paling relevan guna menyokong mobilitas barang produksi lokal.

“Kami terus melakukan evaluasi dengan mendengarkan kebutuhan pelanggan serta mengikuti perkembangan distribusi logistik. Harapannya, kereta api dapat menjadi pilihan yang semakin relevan dalam mendukung pergerakan barang di Indonesia,” ucap Wisnu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....