Tembus Pasar Afrika, UMKM Indonesia Ekspor 24 Ton Gula Kelapa ke Ghana

  • 22 Apr 2026 20:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian UMKM bersama Swiss Import Promotion Programme (SIPPO) berhasil mendorong ekspor gula kelapa organik dan gula kelapa cair
  • ekspor ke Ghana mencerminkan semakin luasnya jangkauan produk UMKM Indonesia

RRI.CO.ID, Jakarta – Upaya pemerintah membuka pasar nontradisional mulai membuahkan hasil. Kementerian UMKM bersama Swiss Import Promotion Programme (SIPPO) berhasil mendorong ekspor gula kelapa organik dan gula kelapa cair.

Kali ini sebanyak 24 ton gula akan di ekspor ke Ghana. Ekspor senilai sekitar Rp1,1 miliar ini merupakan produk CV Mannah Anugerah Sejahtera yang dilepas dari Semarang.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menyebut keberhasilan ini menjadi bukti strategi penetrasi pasar nontradisional. Dan ini telah dijalankan pemerintah serta mulai menunjukkan hasil konkret.

Menurutnya, ekspor ke Ghana mencerminkan semakin luasnya jangkauan produk UMKM Indonesia. Tidak hanya di pasar tradisional tetapi juga ke kawasan Afrika yang potensial.

“Ini menunjukkan bahwa produk berbasis sumber daya lokal seperti gula kelapa mampu bersaing di pasar global. Dengan memenuhi standar kualitas, keberlanjutan, dan keamanan pangan,” ujar Bagus Rachman lewat keterangannya, Rabu, 22 April 2026.

Capaian ini merupakan tindak lanjut dari Program Selling Mission Eropa 2025. Kegiatan ini yang mana mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan buyer internasional, sekaligus memperluas jejaring ekspor.

Ke depan, Kementerian UMKM akan memperkuat promosi dan membuka lebih banyak akses pasar melalui business matching. Lalu kurasi produk, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha.

Sementara, Export Promotion Manager SIPPO Indonesia, Andina Auria Dwi Putri, menilai kolaborasi ini berhasil menghadirkan pemasok berkualitas tinggi. Dan pemasok tersebut sesuai dengan kebutuhan pasar global.

Direktur CV Mannah Anugerah Sejahtera, Steven Santoso, mengaku dukungan pemerintah dan SIPPO sangat membantu. Terutama dalam membuka akses pasar internasional melalui misi dagang ke Eropa.

“Program ini memberi manfaat besar. Dari persiapan hingga bertemu langsung dengan calon pembeli,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....