Harga Energi Naik, Perusahaan Logistik Fokus Tekan Biaya Operasional
- 22 Apr 2026 14:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kenaikan harga BBM non-subsidi dan LPG mendorong pelaku industri logistik menata ulang struktur biaya operasional.
- Komponen energi yang mencapai hingga 40 persen membuat pelaku usaha logistik melakukan langkah efisiensi dan negosiasi tarif dengan pemilik barang.
- Dalam jangka panjang, peralihan ke energi alternatif dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Dewan Riset Supply Chain dan Logistik ALI, Nofrisel, telah memprediksi kenaikan harga BBM dan LPG non-subsidi akibat gejolak Timur Tengah. Konflik inilah yang menyebabkan kenaikan harga energi secara global.
“Sebetulnya kondisi ini sudah diprediksi oleh pelaku industri sejak awal. Konflik Timur Tengah memicu banyak negara menaikkan harga energi,” kata Nofrisel dalam dialog Pro3 RRI, Selasa, 21 April 2026.
Meski telah diperkirakan, kenaikan harga dinilai cukup tajam oleh pelaku usaha. Kondisi ini memicu evaluasi ulang terhadap struktur biaya logistik.
Menurut Nofrisel, komponen BBM dalam transportasi darat bisa mencapai 40 persen. Kenaikan harga akan langsung meningkatkan beban distribusi barang.
“Kalau sebelumnya BBM berkontribusi 40 persen terhadap biaya operasional. Kini porsinya meningkat dan menggerus margin perusahaan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya penataan ulang biaya yang bisa dikendalikan perusahaan. Efisiensi operasional menjadi langkah utama dalam jangka pendek.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah mengurangi jumlah armada yang beroperasi. Langkah ini bertujuan menekan biaya perjalanan dan operasional harian.
“Jika biasanya lima truk beroperasi setiap hari. Kini bisa dikurangi satu atau dua unit untuk efisiensi,” ujarnya.
Selain efisiensi, pelaku usaha juga perlu bernegosiasi dengan pemilik barang. Penyesuaian tarif dinilai penting menjaga keseimbangan usaha logistik.
“Pemilik barang umumnya memahami kondisi ini dan terbuka untuk negosiasi. Diharapkan tercapai kesepakatan yang menguntungkan kedua pihak,” kata Nofrisel.
Untuk jangka panjang, penggunaan energi alternatif perlu mulai dipertimbangkan pelaku usaha. Langkah ini penting mengurangi ketergantungan terhadap BBM.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....