Industri Sawit Perkuat Komitmen Wujudkan Ekonomi Hijau Nasional

  • 17 Apr 2026 14:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Industri kelapa sawit menunjukkan komitmen kuat mewujudkan ekonomi hijau nasional.
  • industri sawit menciptakan lapangan kerja luas bagi masyarakat Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Industri kelapa sawit menunjukkan komitmen kuat mewujudkan ekonomi hijau nasional. Komitmen ini dilakukan melalui peran aktif pada ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Ketua Bidang Kampanye Positif GAPKI, Edi Suhardi menegaskan kontribusi signifikan sektor sawit. Ia menyebut industri sawit berdampak positif pada perekonomian dan sosial masyarakat.

Menurut Edi, industri sawit menciptakan lapangan kerja luas bagi masyarakat Indonesia. Pekerjaan tersebut mencakup sektor langsung maupun tidak langsung di berbagai daerah.

"Selain manfaat ekonomi, industri sawit memberi manfaat sosial ekonomi. Penciptaan lapangan kerja menjangkau sekitar 17 juta jiwa," kata Edi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 17 April 2026.

Ia menjelaskan, industri sawit memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Dampaknya dirasakan petani, pelaku UMKM, dan masyarakat sekitar perkebunan.

Selain itu, industri sawit turut membangun infrastruktur di wilayah terpencil. Pembangunan tersebut membuka akses dan meningkatkan konektivitas masyarakat.

Edi mengatakan, lokasi perkebunan sawit umumnya berada di daerah terisolasi. Karena itu, perusahaan turut membangun fasilitas pendukung bagi masyarakat sekitar.

"Perkebunan sawit berada di wilayah terisolasi. Perusahaan juga membangun fasilitas pendukung bagi masyarakat sekitar," ujarnya.

Edi meyakini industri sawit masih memiliki potensi besar mendukung ekonomi hijau. Ia mendorong sinergi antara pelaku industri dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) semakin diperkuat.

Sinergi tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas dan dampak ekonomi sosial. Selain itu, mampu memperluas kontribusi sektor sawit bagi pembangunan nasional.

"Industri sawit membuka peluang pembangunan daerah dan nasional. Kehadirannya menekan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata dia.

Secara lingkungan, industri sawit berkomitmen menerapkan prinsip keberlanjutan secara konsisten. Perkebunan sawit mampu menyerap karbon serta mengolah limbah bernilai tambah.

Edi menegaskan standar keberlanjutan melalui RSPO dan ISPO terus diterapkan. Kepatuhan terhadap standar tersebut menjadi kunci penerimaan pasar global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....