Inabuyer 2026 Jadi Instrumen Belanja Negara Dorong Serapan Produk UMKM

  • 16 Apr 2026 13:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta — Pemerintah mendorong optimalisasi belanja negara sebagai instrumen strategis memperkuat penyerapan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya melalui gelaran Inabuyer B2B2G Expo 2026 yang akan berlangsung pada 5–7 Mei 2026 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta.

Ajang ini diinisiasi oleh Kementerian UMKM bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, HIPPINDO, dan SMESCO Indonesia. Dan menjadi platform strategis untuk menyelaraskan kebutuhan pengadaan pemerintah dengan kapasitas produksi UMKM dalam negeri.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, menegaskan bahwa belanja pemerintah memiliki daya ungkit besar dalam memperluas pasar produk lokal. Sekaligus memperkuat struktur ekonomi nasional.

“Melalui kebijakan afirmatif seperti peningkatan penggunaan produk dalam negeri pemerintah ingin memastikan belanja negara memberi dampak langsung. Dan dampak tersebut harus terasa pada penguatan UMKM,” kata Helvi lewat keterangannya, Kamis, 16 April 2026.

Ia menambahkan, Inabuyer 2026 dirancang untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan pembeli potensial dari sektor pemerintah, BUMN, hingga swasta. Sehingga mampu menciptakan permintaan riil yang berkelanjutan.

Senada, Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan LKPP, Muhammad Aris Supriyanto, menilai belanja pemerintah dapat menjadi katalis utama. “Pengadaan barang dan jasa pemerintah bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga instrumen untuk membuka akses pasar bagi UMKM,” katanya.

Dari sisi sektor ritel, Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, melihat expo ini sebagai penghubung penting. Yakni pemhubunga antara kebutuhan pasar modern dengan kemampuan produksi dalam negeri.

Ia menyebut integrasi antara belanja pemerintah dan sektor konsumsi akan mempercepat perputaran ekonomi domestik. Memasuki tahun keempat, Inabuyer 2026 diarahkan untuk lebih konkret dengan menghubungkan UMKM ke program prioritas nasional.

Seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), perumahan rakyat, dan pengadaan kebutuhan pendidikan. Skema ini dinilai mampu menciptakan pasar yang pasti sekaligus meningkatkan skala usaha UMKM.

Tak hanya itu, aspek pemerataan ekonomi juga diangkat melalui program Showcase UMKM Bangkit. Yang nantinya melibatkan pelaku usaha dari daerah terdampak bencana.

Langkah ini diharapkan tidak hanya membuka akses pasar baru. Namun juga mempercepat pemulihan ekonomi berbasis UMKM di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....