KAI Services Berhasil Kurangi Tujuh Ton Limbah Plastik Sepanjang 2025
- 16 Apr 2026 00:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KAI Services meminimalisasi timbulan sampah plastik operasional sebanyak tujuh ton lewat penggantian peralatan makan khusus berbahan kayu.
- Transformasi penagihan secara elektronik atau E-Bill berhasil menekan penggunaan limbah kimia pada puluhan ribu gulung kertas struk.
- Manajemen korporasi berkomitmen mendukung ekonomi hijau nasional lewat beragam inovasi digital dan penyediaan fasilitas perjalanan yang berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT KAI Services berhasil mengurangi limbah plastik dan kertas demi mendukung program transportasi berkelanjutan secara nasional. Perusahaan tersebut mengganti tujuh ton peralatan plastik serta menghemat 41.000 gulung kertas melalui berbagai inovasi digital.
Inisiatif ramah lingkungan tersebut dilaporkan melalui siaran pers resmi perusahaan pada Rabu, 15 April 2026. KAI Services memaparkan arah kebijakannya dalam mendukung terwujudnya sistem ekonomi hijau.
Penggunaan alat makan berbahan kayu kini secara rutin tersedia untuk para pelanggan pada layanan kuliner kereta. Program pengurangan sampah itu telah berhasil menggantikan sebanyak lebih dari 2,2 juta keping alat makan plastik.
Pihak manajemen turut menerapkan penggunaan Electronic Billing (E-Bill) demi meminimalisasi tumpukan kertas dalam operasional transaksi digital. Terdapat catatan transaksi 8,2 juta penggunaan yang dinilai cukup menghemat limbah bahan kimia dari struk belanja.
Manager Corporate Communication KAI Services Nyoman Suardhita menyatakan visi strategis terkait standar kenyamanan perjalanan angkutan massal. Nyoman menjelaskan berbagai langkah korporasi dipercaya sanggup memberikan kontribusi bagi lingkungan.
“Melalui berbagai langkah yang kami lakukan, KAI Services berupaya menghadirkan layanan yang tidak hanya berorientasi pada kenyamanan pelanggan, tetapi juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan. Kami percaya bahwa setiap langkah kecil dapat memberikan kontribusi besar dalam mengurangi limbah dan menjaga keberlanjutan,” ujar Nyoman.
Anindya Sulastri, seorang penumpang, mengapresiasi kebijakan penyediaan material makan berbahan kayu ramah lingkungan. Anindya meyakini inovasi ini menjadi salah satu solusi tepat guna.
“Penggunaan wooden cutlery ini jadi bisa jadi solusi untuk mengurangi sampah dan limbah plastik dan tentu saja lebih ramah lingkungan,” ujar Anindya.
Ke depan KAI Services bakal mengembangkan model transportasi paling hijau untuk menyelaraskan diri dengan agenda besar nasional. Setiap individu penumpang kini dianjurkan ikut berperan dalam menciptakan ruang kabin perjalanan kereta yang jauh lebih asri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....