Capai Rp1.192,8 Triliun, Kemenperin Dorong IKM Manfaatkan Transaksi Daring
- 07 Apr 2026 14:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenperin mendorong IKM memanfaatkan peluang transaksi daring yang mencapai Rp1.192,8 triliun pada 2025.
- Peningkatan literasi digital dan pemanfaatan AI menjadi kunci untuk memperluas pasar dan meningkatkan efektivitas pemasaran.
- Program e-Smart IKM dan dukungan fasilitas seperti BPIFK diarahkan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) menguasai teknologi digital. Upaya ini bertujuan agar pengusaha lokal mampu menangkap peluang transaksi elektronik nasional yang mencapai Rp1.192,8 triliun pada 2025.
Agus menyatakan, peningkatan literasi digital bagi pelaku usaha merupakan prioritas utama kementerian. Ia berkomitmen membantu para produsen memperluas jangkauan pasar guna menghadapi persaingan ketat dengan produk impor.
“Kami konsisten melaksanakan program peningkatan literasi digital bagi IKM. Program ini membantu pelaku IKM memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar,” ujar Agus di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Menperin tersebut menambahkan bahwa pemerintah senantiasa menggandeng akademisi hingga praktisi bisnis dalam pelaksanaan program. Langkah kolaboratif ini menjamin keberlanjutan penguatan struktur industri manufaktur skala kecil di seluruh daerah.
Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Reni Yanita, menegaskan pemasaran digital merupakan kewajiban. Ia menilai promosi melalui ruang siber memiliki banyak keunggulan signifikan dibandingkan metode konvensional pada umumnya.
“Pemasaran digital merupakan suatu seharusan bagi pelaku usaha, khususnya IKM. Karena memiliki keunggulan dibandingkan pemasaran konvensional,” ujar Reni.
Reni menjelaskan, perkembangan teknologi masa kini membuka peluang besar bagi penggunaan kecerdasan buatan. Menurutnya, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat membantu pelaku usaha dalam memprediksi tren pasar.
“AI memungkinkan pelaku usaha melakukan personalisasi promosi sesuai preferensi konsumen, memprediksi tren pasar, serta menganalisis perilaku pelanggan dengan lebih akurat. Hal ini membuat efektivitas pemasaran dapat meningkat secara signifikan,” kata Reni.
Pihaknya mencatat sebanyak 31.634 pengusaha kecil telah bergabung dalam program e-Smart IKM sejak tahun 2017. Pemerintah juga mengarahkan para produsen untuk segera melakukan transformasi menuju industri 4.0 pada lini produksi mereka.
Hal yang sama disampaikan Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan. Ia berharap materi pelatihan yang diberikan pihaknya dapat memperkuat kapasitas bisnis para peserta.
“Ke depan, IKM di Bali diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK). Langkah ini bertujuan meningkatkan skala usaha dan daya saing, khususnya di sektor kriya dan fesyen,” ujar Budi.
Budi mendorong pengusaha kreatif di wilayah Bali agar mengoptimalkan fasilitas pendukung milik pemerintah secara maksimal. Pemanfaatan sarana tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan daya saing global produk kerajinan serta busana hasil karya lokal.
Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) memproyeksikan jumlah pengguna perdagangan elektronik atau e-commerce mencapai 73,06 juta orang. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar sebelas persen jika dibandingkan dengan data pencapaian pada tahun sebelumnya.
Laporan lembaga internasional mencatat nilai transaksi perdagangan daring di Indonesia telah menyentuh angka 71 miliar dolar Amerika. Nilai total transaksi tersebut setara dengan jumlah uang sebesar Rp1.192,8 triliun sepanjang periode tahun 2025.
Kemenperin optimis bahwa transformasi digital akan semakin memperkokoh struktur manufaktur di dalam negeri. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong kontribusi besar sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....