Tempe Indonesia Tembus Pasar Chile, Nilai Ekspor Capai Rp2,1 Miliar
- 03 Apr 2026 11:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tempe Indonesia berhasil menembus pasar Chile dengan nilai ekspor mencapai Rp2,1 miliar.
- Pemanfaatan kerja sama IC-CEPA membuka peluang penetrasi produk pangan ke pasar Amerika Latin.
- Tingginya minat terhadap pangan nabati menjadi peluang besar bagi ekspor produk lokal Indonesia.
RRI.CO.ID, Santiago - Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengonfirmasi keberhasilan tempe Indonesia menembus pasar Chile. Kerja sama ekspor produk lokal tersebut mencapai angka 2,1 miliar rupiah.
Puntodewi menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut memanfaatkan skema Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Chile (IC-CEPA). Ia berkomitmen untuk terus mendukung para pelaku usaha agar mampu bersaing secara luas pada pasar global.
“Kerja sama ekspor tempe ke Chile ini sekaligus akan mencontohkan optimalisasi pemanfaatan Indonesia–Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA). Kementerian Perdagangan akan terus mendukung agar lebih banyak lagi pelaku usaha Indonesia berkembang di pasar global,” ujar Puntodewi di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago Indah Fajarwati Bachter menjelaskan strategi penetrasi tempe melalui distributor lokal. Ia menyebutkan bahwa tahap awal kerja sama akan berfokus pada penguatan jaringan mitra bisnis di wilayah Chile.
Indah menilai Chile merupakan titik masuk yang sangat strategis bagi produk pangan berbasis nabati unggulan. Ia berharap pengenalan warisan kuliner ini dapat memperluas jangkauan distribusi hingga ke seluruh kawasan Amerika Latin.
“Selanjutnya untuk jangka menengah, kerja sama ini berpotensi untuk diperluas ke negara-negara Amerika Latin lainnya. Kami harap, kerja sama ini membuka pintu yang dapat memperkenalkan tempe sebagai produk pangan berbasis nabati unggulan di pasar Amerika Latin,” ujar Indah.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Chile Vedi Kurnia Buana menyebutkan sinergi pemerintah sangat kuat. Ia menilai posisi Chile sebagai pusat penghubung akan mempermudah akses produk non-tradisional Indonesia menuju pasar internasional.
Vedi menegaskan bahwa kesepakatan bisnis ini merupakan wujud nyata dari penguatan diplomasi ekonomi nasional saat ini. Ia mendorong perluasan inisiatif serupa agar volume perdagangan dengan negara-negara di Amerika Latin terus mengalami peningkatan.
“Kerja sama ini menunjukkan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong ekspor produk Indonesia ke pasar non-tradisional. Chile memiliki posisi strategis sebagai hub untuk menjangkau pasar Amerika Latin sehingga inisiatif seperti ini perlu terus didorong dan diperluas,” ujar Vedi.
Direktur PT Azaki Food International Cucup Ruhiyat mengapresiasi fasilitas penjajakan bisnis yang telah disediakan oleh pihak pemerintah. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya dukungan penuh dari kantor perwakilan dagang selama proses pameran internasional.
Cucup menyatakan rasa optimis bahwa produk olahan tempe miliknya akan semakin dikenal oleh masyarakat luas di mancanegara. Ia melaporkan bahwa nilai kontrak kerja sama dengan mitra distributor Chile tersebut mencapai angka 125.000 dolar Amerika.
“Dukungan ITPC Santiago sangat membantu kami, mulai dari proses pitching, keikutsertaan dalam pameran internasional, hingga fasilitasi business matching dengan mitra di Chile. Melalui kerja sama ini, kami optimistis tempe Indonesia dapat semakin dikenal dan diterima di pasar Amerika Latin,” kata Cucup.
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan Miftah Farid memberikan tanggapan yang sangat positif. Ia mengajak seluruh pengusaha tanah air untuk segera menjajaki peluang ekspor serupa melalui kantor perwakilan dagang.
Miftah Farid melihat potensi besar bagi berbagai produk lokal lainnya untuk segera menyusul kesuksesan distribusi tempe tersebut. Ia meyakini tren gaya hidup sehat di Chile akan membuka ruang bagi sumber protein nabati asal Indonesia.
Direktur OM SpA Bojan Urbancic menyatakan komitmen penuh untuk mengembangkan pasar produk fermentasi sehat di Chile. Ia berencana menghadirkan tempe sebagai alternatif protein berkualitas tinggi guna memenuhi kebutuhan nutrisi harian konsumen lokal.
“Kemitraan ini memungkinkan kami menghadirkan tempe sebagai produk pangan sehat dengan nilai gizi tinggi kepada konsumen di Chile. Selain itu, meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap manfaat pangan fermentasi,” ujar Bojan.
Bojan mencatat adanya lonjakan permintaan terhadap komoditas pangan nabati yang didorong oleh tren gaya hidup sehat. Ia menilai potensi pasar sangat besar karena Chile mengimpor produk pangan senilai 8 miliar dolar setiap tahunnya.
Pemerintah melaporkan total nilai perdagangan antara Indonesia dan Chile mencapai angka 535,5 juta dolar pada tahun lalu. Indonesia berhasil mencatatkan surplus perdagangan sebesar 347,5 juta dolar melalui penguatan ekspor berbagai komoditas unggulan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....