Masyarakat Diminta Tak Khawatir, Mendag Jamin Stok dan Harga Pangan Stabil

  • 17 Mar 2026 14:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mendag Budi Santoso memastikan pasokan bahan pokok aman dan harga terus dipantau hingga Lebaran.
  • Pemantauan harga dilakukan melalui SP2KP di 550 pasar rakyat di seluruh Indonesia.
  • Harga sejumlah komoditas relatif stabil, seperti ayam dan bawang Rp40.000/kg serta cabai Rp50.000/kg.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan persediaan barang kebutuhan pokok (bapok) sangat mencukupi bagi masyarakat. Ia menyatakan bahwa pemerintah terus memantau stabilitas harga di pasar rakyat hingga masa Lebaran berakhir.

“Kita terus akan melakukan pemantauan harga sampai Lebaran dan tentu setelahnya, agar harga-harga dan pasokan terjamin. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah akan terus menjamin ketersediaan dan stabilisasi harga bapok jelang Lebaran ini,” ujar Budi saat memantau harga dan pasokan bapok di Pasar Rawasari,

Jakarta Pusat, Senin, 16 Maret 2026.

Budi menjelaskan bahwa pengecekan langsung bertujuan untuk memberikan dampak psikologis positif kepada para pedagang. Ia berharap pelaku usaha tidak menjual komoditas pangan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.

“Kita melakukan pengawasan langsung ke pasar rakyat seperti sekarang. Tujuannya untuk memastikan ketersediaan bahan pokok cukup dan harganya stabil,” kata Budi.

Mendag menegaskan bahwa ketersediaan minyak goreng berbagai merek memberikan kemudahan pilihan bagi para konsumen. Ia ingin masyarakat mendapatkan akses terhadap produk pendamping MINYAKITA dengan harga yang tetap terjangkau.

“Minyak second brand ini sebenarnya minyak pendamping MINYAKITA, jadi biar masyarakat punya banyak pilihan.Tidak hanya MINYAKITA yang terjangkau, tetapi juga kita ingin ada minyak-minyak lain yang terjangkau oleh masyarakat,” ucap Budi.

Budi mengungkapkan bahwa pemantauan harga harian dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Ia mengawasi perkembangan harga pada 550 titik pasar rakyat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Sebenarnya pengecekan harga itu dilakukan setiap hari melalui SP2KP. Jika ada harga yang naik, kita langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, kementerian/lembaga teknis, serta pemasok,” ujar Budi.

Pedagang telur Hendra Kurniawan menyebutkan bahwa kenaikan harga menjelang hari raya Idulfitri terjadi secara bertahap. Ia menjelaskan bahwa fluktuasi harga telur ayam ras saat ini masih dalam kategori tidak drastis.

“Sudah ada kenaikan, tetapi kenaikannya tipis, hanya sekitar Rp1.000. Harganya pun terkadang turun, terkadang naik, jadi tidak drastis naik terus,” ujar Hendra.

Pedagang sayur Samsul Bahari menginformasikan bahwa pasokan cabai merah tetap melimpah meskipun harga mengalami sedikit kenaikan. Ia menambahkan bahwa harga bawang merah dan bawang putih masih berada pada level normal.

“Kalau cabai memang ada kenaikan, tetapi pasokannya banyak. Mungkin mahal karena dari petaninya mengalami musim kemarau atau hujan berlebih,” ujar Samsul.

Data lapangan menunjukkan harga daging ayam ras dan bawang merah masih stabil pada angka Rp40.000 per kilogram. Komoditas cabai merah keriting juga terpantau dijual oleh pedagang dengan harga Rp50.000 untuk setiap kilogramnya.

Beberapa barang kebutuhan pokok lainnya seperti minyak goreng kemasan premium tercatat berada pada harga Rp22.000 per liter. Sedangkan harga tepung terigu tetap bertahan stabil pada posisi Rp12.000 untuk setiap satu kilogram produk.

Rekomendasi Berita