Hunian Vertikal Manggarai Dibanderol Rp500 Juta, Siap Huni 2027
- 16 Mar 2026 21:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mencanangkan pembangunan apartemen subsidi bagi warga di kawasan Stasiun Manggarai pada Senin, 16 Maret 2026. Hunian dengan harga Rp500 juta tersebut ditargetkan sudah dapat siap dihuni masyarakat awal 2027.
Proyek perumahan tersebut menyediakan unit tipe 45 serta tipe 52 dengan dua hingga tiga kamar. Pemerintah memastikan akses transportasi publik terintegrasi penuh bagi penghuni melalui konsep Transit Oriented Development (TOD).
“Total unit yang akan tersedia adalah 2.200 unit, di mana waktu pengerjaannya akan segera kita mulai sehingga di awal tahun 2027 kita sudah bisa melakukan penyerahan kunci dari unit-unit tersebut. Adapun tipe yang kami akan bangun itu adalah tipe 45 dan tipe 52,” ujar Bobby Rasyidin selaku Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) saat menyampaikan laporan pada agenda "Pencanangan Pembangunan Hunian dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah".
Delapan menara akan didirikan guna memfasilitasi kebutuhan tempat tinggal strategis bagi masyarakat perkotaan besar saat ini. Menara dua belas lantai tersebut menyediakan dua lantai dasar sebagai area komersial bagi seluruh penghuni.
“Perlu kami laporkan juga bahwa untuk Stasiun Manggarai, kita nanti akan membangun ada 8 tower. Itu ada di dua blok, Blok G yang kita ada di sini, kemudian Blok F yang di sebelah sana,” kata Bobby Rasyidin algi.
Pembangunan menara dilakukan di atas dua blok dengan total luas lahan mencapai sekitar 2,2 hektare. Blok G seluas 6.925 meter persegi tersebut rencananya akan menampung 650 unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Lahan Blok F yang memiliki luas 15.014 meter persegi dikhususkan bagi pembangunan 1.550 unit apartemen subsidi. Total kapasitas tersebut diharapkan mampu membantu pemenuhan kebutuhan hunian layak di pusat ibu kota Jakarta.
“Mengapa KAI? Karena KAI punya aset, punya lahan yang sangat strategis di berbagai kota-kota besar, termasuk di empat kota tadi,” kata Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, seraya merujuk Kota Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Penghuni akan mendapatkan akses langsung menuju layanan kereta komuter maupun kereta bandara secara setiap harinya. Pengembangan ekosistem kota mandiri ini ditujukan untuk menciptakan efisiensi waktu perjalanan bagi warga di ibu kota.
“Mudah-mudahan ini akan mengurangi kemacetan, akan mengurangi kepadatan yang berlebihan tetapi karena dibangun secara vertikal ini akan menjadi ekosistem yang lebih baik,” ucap Agus Harimurti Yudhoyono.
Biaya pembangunan proyek ini berasal dari kas internal perusahaan serta investasi badan pengelolaan milik negara. Pihak PT KAI sengaja meniadakan biaya perolehan tanah guna menekan harga jual.
“Saya baca di sini dua belas lantai Pak, ya? Tadi Pak Menko bilang kalau bisa 24 lantai, karena lahan kan jarang, lahan kan terbatas,” kata Hashim Djojohadikusumo, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan.
Penyaluran unit hunian dilakukan secara transparan untuk mencegah adanya penyelewengan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Satgas Perumahan menjamin kualitas bangunan terbaik bagi seluruh warga yang menjadi penerima manfaat apartemen tersebut.
“Saya berbangga dengan Kereta Api Indonesia, terima kasih seluruh jajaran KAI. Bapak-bapak betul-betul melayani rakyat kita yang betul-betul rindu dengan apa yang seperti dikatakan Pak Menko tadi, rumah yang layak huni,” kata Hashim Djojohadikusumo.