KAI Bangun 2.200 Unit Hunian Manggarai Dukung Program Tiga Juta Rumah
- 16 Mar 2026 16:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi membangun 2.200 unit hunian vertikal di kawasan strategis Stasiun Manggarai. Pembangunan rumah tersebut bertujuan mendukung program pemerintah dalam menyediakan hunian yang berkualitas bagi masyarakat yang sangat membutuhkan.
Agenda "Pencanangan Pembangunan Hunian dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah" berlangsung pada Senin, 16 Maret 2026. Fasilitas rumah tinggal tersebut akan segera menempati lahan produktif guna mengatasi kekurangan tempat tinggal di wilayah Jakarta.
"PT Kereta Api Indonesia mendukung program pembangunan nasional melalui pemanfaatan aset perkeretaapian untuk menghadirkan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik. Dalam pengelolaannya, KAI itu mempunyai 320 juta meter persegi lahan di seluruh Indonesia," ujar Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam laporannya.
"KAI tentunya memiliki potensi besar untuk mengembangkan kawasan berbasiskan Transit Oriented Development atau TOD yang mendukung mobilitas perkotaan sekaligus memperluas akses hunian. Total unit yang akan tersedia adalah 2.200 unit," katanya lagi.
"Waktu pengerjaannya akan segera kita mulai, sehingga di awal tahun 2027 kita sudah bisa melakukan penyerahan kunci dari unit-unit tersebut. Adapun tipe yang kami akan bangun itu adalah tipe 45 dan tipe 52," katanya.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan Presiden Prabowo memiliki komitmen teguh sejak awal. Presiden meyakini keluarga yang sehat berakar dari rumah yang layak, sementara masyarakat mandiri berawal dari rumah yang sejahtera.
Keyakinan ini menjadi landasan dicanangkannya program pembangunan tiga juta rumah bagi masyarakat Indonesia. Program tersebut bertujuan memberikan solusi atas permasalahan kelangkaan hunian (housing backlog) yang masih terjadi hingga saat ini.
“Apalagi diprediksi 70 persen masyarakat dunia, termasuk masyarakat Indonesia akan hidup, akan bekerja, beraktivitas di kota-kota. Jadi sekali lagi tantangan utama adalah arealnya sangat terbatas, diperebutkan untuk banyak kepentingan,” ujar Agus.
Keberadaan kawasan perumahan vertikal ini diprediksi mampu mendorong perputaran ekonomi yang sangat signifikan bagi seluruh warga Jakarta. Pemanfaatan lahan secara vertikal dianggap menjadi solusi paling efektif untuk menampung lonjakan jumlah penduduk yang bekerja di kota.
"Kita sudah tahu bahwa di Indonesia ini kita negara Indonesia nomor dua terjelek dalam bidang kesehatan, terutama TBC. Hanya satu negara lebih buruk lagi daripada Indonesia, itu India," ucap Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo.
"Kita, dengan program perumahan, kita bisa mencapai dua-duanya: Keadilan sosial dan juga pertumbuhan ekonomi yang cepat. Dan ini sudah terbukti di banyak negara yang saya pelajari ekonomi, sejarah ekonomi Cina juga demikian, di Jepang, di Korea Selatan juga, tidak perlu jauh itu di Singapura," ujar Hashim.
Implementasi pengerjaan struktur pada simpul transit perkeretaapian nasional tersebut menggunakan dana perusahaan serta kucuran dana investasi lembaga. Sinergi lintas instansi pemerintah diharapkan menjadi solusi penyediaan papan yang lebih murah serta memberikan kenyamanan bagi setiap warga.
Proyek tersebut mencakup pengembangan serupa pada tiga kota besar lain dengan tingkat kepadatan penduduk yang juga sangat tinggi. Bandung, Surabaya, dan Semarang menjadi kawasan lokasi hunian vertikal yang sedang dikembangkan KAI.