Puan Was-Was Konflik Timur Tengah Bikin Roda Ekonomi Indonesia Makin Tertekan
- 10 Mar 2026 13:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua DPR RI, Puan Maharani merasa was-was, konflik Timur Tengah semakin membuat roda perekonomian Indonesia tertekan. Politikus PDIP ini menjelaskan, konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran itu akan mempengaruhi harga minyak dunia.
"Transportasi, harga barang, nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat, rantai perdagangan, pertumbuhan ekonomi. Serta ketahanan fiskal dalam menjalankan pembangunan," kata Puan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia mengingatkan, pemerintah untuk membuat langkah mitigasi agar stabilitas ekonomi dalam negeri stabil. "Konflik geopolitik yang sedang terjadi di Timur Tengah, akan mempengaruhi stabilitas ekonomi global termasuk perekonomian Indonesia," ucap Puan.
Kemudian, Puan mengungkapkan, masyarakat Indonesia masih menaruh harapan besar agar negara hadir dalam menciptakan lapangan kerja. Lalu, meningkatkan penghasilan rakyat, meningkatkan akses rakyat untuk mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat ekonomi kerakyatan.
Dalam konteks tersebut, ia mengatakan, DPR akan memastikan kemampuan fiskal APBN 2026 agar terjaga. Yakni, menjaga dan mempertahankan derajat kehidupan rakyat, kesejahteraan rakyat tidak turun kelas.
"Politik anggaran pemerintah harus dapat menjaga ketahanan fiskal yang dapat memastikan bahwa rakyat tetap mendapatkan jalan menuju kesejahteraannya. Mendapat pekerjaan, penghasilannya meningkat, mendapatkan pelayanan umum yang berkualitas, merasa aman dan tentram," ujar Puan.
Perang AS-Israel terhadap Iran semakin memanas, yang memicu kenaikan harga minyak dunia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah sudah mengantisipasi kenaikan harga minyak dan dampaknya ke APBN.
“Kita sudah melakukan exercise sampai kalau harga minyak naik ke 92 dolar per barel, apa dampaknya ke defisit (APBN),” kata Menkeu Purbaya dalam media briefing di Kementerian Keuangan, Jumat, 6 Maret 2026. Menurutnya, pada level harga tersebut dan pemerintah tidak melakukan apa-apa, APBN akan defisit sebesar 3,6 persen.
Namun jika pemerintah melakukan penyesuaian, defisit bisa dijaga di bawah tiga persen. Menurutnya, Indonesia pernah mengalami kondisi ketika harga minyak mencapai 150 dolar per barel.
“Kalau harga 92 dolar per barel, apakah itu kiamat buat kita?, enggak. Kita pernah mengalami harga minyak 150 dolar per barel, jatuhkah ekonominya? Agak melambat tapi enggak jatuh,” ujarnya.
Jadi, tambah Purbaya, Indonesia sudah pengalaman menghadapi kenaikan harga minya dunia. “Kalau anggarannya gak kuat, tidak ada jalan lain ya kita share sebagian ke masyarakat, artinya ada kenaikan BBM,” katanya lagi.
Sementara itu, hari ini harga minyak dunia terus mengalami kenaikan. Harganya bahkan mencapai yang tertinggi selama sepekan ini.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di level 90,90 dolar per barel atau naik 12,21 persen. Sedangkan harga minyak Brent di level 92,69 dolar per barel , naik 8,52 persen.
Harga tersebut jauh dari yang ditetapkan dalam asumsi makro ekonomi Indonesia 2026. Dimana harga minyak asumsinya ditetapkan sebesar USD70 dolar per barel.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....