Soal Stok BBM 21 Hari, Komisi VI DPR Sarankan Belajar Hemat Energi
- 08 Mar 2026 10:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Rahmat Gobel buka suara, terkait pernyataan Menteri ESDM, Bahlil lahadalia terkait stok BBM. Ia menilai, pernyataan stok BBM hanya cukup 21 hari, merupakan sebuah bentuk keterbukaan dari pemerintah terkait kondisi cadangan energi nasional.
Menurut politikus NasDem itu, sangat penting membangun kepercayaan publik terkait kondisi cadangan energi nasional. Kondisi tersebut, sekaligus menjadi momentum pembelajaran bagi pemerintah dan masyarakat untuk hemat energi.
“Harus terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi yang ada masyarakat juga perlu diajak untuk menyikapi situasi ini dengan bijak. Misalnya dengan mulai berhemat dalam penggunaan energi,” kata Gobel dalam keterangan persnya, di Surabaya, Jawa Timur, dikutip Minggu, 8 Maret 2026.
Ia menilai, konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) memunculkan berbagai kekhawatiran terkait stabilitas pasokan energi global. Yakni, baik stabilitas pasokan minyak, gas, maupun listrik.
Ke depannya, ia meminta, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem ketahanan energi nasional. Termasuk, mengambil berbagai Langkah strategis lainnya untuk menyiasati kondisi yang ada.
"Paling penting, pemerintah, termasuk PLN dan Pertamina, harus mengambil langkah strategis, ini menjadi pengalaman penting. Melihat, apa yang masih kurang dan apa pekerjaan rumah yang harus segera kita selesaikan,” ucap Gobel.
Kemudian, ia menuturkan, salah satu pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan adalah percepatan investasi di sektor energi. Khususnya, pada sektor pengolahan energi seperti kilang (refinery) dan pengembangan energi baru terbarukan.
"Pemerintah perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif. Agar, berbagai proyek strategis di sektor energi dapat berjalan lebih cepat," ujar Gobel.
Sebelumnya, pemerintah menjamin pasokan BBM tetap aman di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah. Jubir Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan, posisi stok BBM aman, seperti ditegaskan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
“Masyarakat jangan mengartikan, cadangan BBM dalam negeri kondisi aman 21 atau 23 hari kebutuhan. Pasokan BBM terus berjalan, baik dari impor maupun produksi dalam negeri,” kata Dwi dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, Jumat, 6 Maret 2026.
Cadangan BBM terjaga di level aman, ia menjelaskan, karena pasokan terus ditambah dari dalam maupun luar negeri. “Dengan kata lain, tidak benar stok BBM akan habis dalam 21 hari,” ucap Dwi.
Ke depannya, Dwi meminta, masyarakat tidak terprovokasi dengan informasi tidak benar yang beredar di media sosial. Masyarakat harus mendapatkan informasi dari sumber pemerintah, termasuk yang disampaikan melalui media yang benar.
“Pemerintah menjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idulfitri dengan tenang. Tidak perlu khawatir kekurangan pasokan BBM dan LPG, jadi jangan 'panic buying'," ujar Dwi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....