KAI Hemat Anggaran Enam Puluh Tiga Juta Rupiah dengan Face Recognition

  • 06 Mar 2026 01:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghemat Rp63 juta sepanjang kurun waktu awal 2026. Dana tersebut dikumpulkan dari hasil pemakaian sistem pengenalan wajah saat proses keberangkatan kereta di berbagai wilayah stasiun.

Pencapaian tersebut terhitung selama bulan Januari hingga Februari 2026. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut sistem pemindaian wajah membuat proses keberangkatan kereta semakin sangat praktis.

Langkah transformasi teknologi digital ini dilakukan guna menghadirkan pelayanan keberangkatan perjalanan yang lebih nyaman, efisien, serta sangat aman. Sekitar 1.707.942 pelanggan kereta api menggunakan sistem pemindaian wajah selama kurun periode awal bulan Januari sampai Februari 2026.

Jumlah ini tercatat meningkat pesat jika dibandingkan data periode yang sama pada tahun 2025 sebanyak 1.637.612 pelanggan. Efisiensi operasional selama kurun waktu tahun 2025 yang diperoleh manajemen KAI mencapai total nominal sebanyak Rp417,2 juta.

Capaian positif tersebut dihasilkan lewat penggunaan layanan oleh 11.302.756 pelanggan selama periode kurun waktu satu tahun yang penuh. Capaian penghematan biaya pun dilaporkan pada tahun 2024 lalu dengan perolehan efisiensi mencapai angka Rp264,7 juta.

Capaian tahun 2024 menghasilkan efisiensi biaya sekitar Rp264,7 juta dengan total penggunaan layanan mencapai 7.170.939 orang. Selain itu pemanfaatan sistem serupa oleh tiga juta pelanggan selama 2023 menghasilkan penghematan mencapai total Rp108,3 juta.

Pengurangan penggunaan bahan baku kertas tiket hasil dari proses produksi pohon membantu ekosistem alam tetap terjaga secara lestari. KAI mencatat pengurangan kebutuhan kertas cetak selama periode awal 2026 mencapai bentang jarak sejauh lebih dari 307 kilometer.

"Sejauh ini face recognition bagi saya sangat bermanfaat untuk menghemat waktu antrian. Ke depan harus diperbanyak antrean face recognitionnya," kata Rendra, salah seorang pelanggan kereta api.

Pelanggan cukup melakukan scan wajah otomatis tanpa harus lagi menunjukkan kartu identitas tambahan saat melalui pintu petugas stasiun. Kemudahan ini sudah dinikmati pada lokasi seperti Gambir serta Purwokerto maupun Semarang Tawang Bank Jateng hingga menuju Kediri.

“Pemanfaatan face recognition menunjukkan bagaimana teknologi dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus menghadirkan efisiensi operasional serta penggunaan sumber daya yang lebih bijak. KAI akan terus memperluas pemanfaatan teknologi ini agar perjalanan kereta api semakin mudah, cepat, dan nyaman bagi masyarakat,” ucap Anne.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....