Aktivitas Pelanggan Stasiun Angke dan Ancol Mencapai 3,6 Juta
- 10 Agt 2026 23:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Stasiun Angke dan Stasiun Ancol melayani total lebih dari 3,6 juta aktivitas pelanggan pada Semester I 2026 untuk mendukung konektivitas menuju Kepulauan Seribu.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengalihkan pengelolaan transportasi laut ke PT Transportasi Jakarta pada 2027 demi pemerataan akses mobilitas.
- PT Kereta Api Indonesia memperkuat keterhubungan antara Commuter Line dan moda angkutan laut untuk mendorong pertumbuhan potensi ekonomi pesisir.
RRI.CO.ID, Jakarta - Stasiun Angke mencatat 3.089.576 aktivitas pelanggan dan Stasiun Ancol melayani 550.289 pelanggan selama Semester I 2026. Pergerakan penumpang dari kedua stasiun kereta api tersebut memperkuat layanan konektivitas transportasi menuju Kepulauan Seribu.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengalihkan pengelolaan transportasi laut kepada PT Transportasi Jakarta pada 2027. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya pemberian akses transportasi yang setara bagi seluruh warga.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia Anne Purba memberikan penjelasan terkait integrasi armada. Stasiun Angke berjarak sekitar tujuh hingga delapan kilometer dari Pelabuhan Kali Adem di Muara Angke.
“Kepulauan Seribu berada di wilayah Jakarta, tetapi karakter geografisnya membuat perjalanan masyarakat membutuhkan perpindahan moda. Kereta api dapat mengambil peran pada perjalanan dari berbagai wilayah menuju kawasan Jakarta, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan transportasi perkotaan menuju pelabuhan dan selanjutnya menggunakan angkutan laut,” ujar Anne.
Stasiun Ancol terletak sekitar dua hingga tiga kilometer dari titik penyeberangan kawasan wisata Marina Ancol. Stasiun Angke mencatatkan 1.505.477 aktivitas gate in serta 1.584.099 gate out selama enam bulan pertama.
Anne menyampaikan bahwa keberadaan Commuter Line dapat memperluas jangkauan masyarakat menuju seluruh wilayah pesisir. Aktivitas penumpang Stasiun Angke meningkat 7,37 persen pada 2025 menjadi sebanyak 5.927.071 pergerakan pelanggan.
“Semakin banyak pilihan transportasi publik menuju titik penyeberangan, semakin luas pula masyarakat yang dapat menjangkau Kepulauan Seribu. Bagi kami, konektivitas berarti perjalanan masyarakat dibuat semakin mudah dari titik awal sampai tujuan akhir,” kata Anne.
Stasiun Ancol mencatat 295.180 gate in dan 255.109 gate out pada Semester I 2026. Capaian Stasiun Ancol tersebut setara 53,4 persen dari total aktivitas sepanjang 2025 sebesar 1.030.402.
Ia menekankan bahwa kemudahan mobilitas masyarakat akan berdampak positif pada penguatan perekonomian kawasan pesisir. Kawasan Kepulauan Seribu memiliki lebih dari 110 pulau dengan berbagai destinasi wisata bahari unggulan.
“Keindahan Kepulauan Seribu berada relatif dekat dari pusat aktivitas Jakarta. Tantangannya adalah bagaimana perjalanan menuju sana menjadi semakin mudah. Ketika kereta api, transportasi perkotaan, dan angkutan laut dapat saling terhubung dengan baik, masyarakat memperoleh lebih banyak pilihan untuk bepergian dan potensi ekonomi masyarakat kepulauan juga semakin terbuka,” ujar Anne.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan komitmen perusahaan dalam perluasan akses transportasi. KAI merilis data perkembangan layanan transportasi antarmoda tersebut di Jakarta pada Senin, 10 Agustus 2026.
“Rel dapat menjadi awal perjalanan menuju laut. Dari berbagai wilayah Jabodetabek, masyarakat dapat menggunakan Commuter Line, melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan, kemudian menyeberang menikmati Kepulauan Seribu. Semakin terhubung transportasinya, semakin dekat pula masyarakat dengan berbagai wilayah dan potensi yang dimiliki Jakarta,” kata Wisnu Pramudya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....