Strategi Sarinah dan InJourney Kelola Lonjakan Libur Lebaran 2026

  • 04 Mar 2026 16:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Sarinah sebagai bagian dari InJourney Retail telah menyiapkan berbagai rangkaian program menarik saat momentum bulan Ramadan. Gedung ritel bersejarah ini menyiapkan konsep dekorasi Ramadan yang sangat unik dengan menonjolkan kekayaan budaya dari wilayah Sumatra Selatan.

Dekorasi ruang pameran utama di Sarinah kini menampilkan keindahan kain songket sebagai pusat perhatian bagi seluruh pengunjung yang datang. Penggunaan elemen budaya lokal ini bertujuan untuk mempererat rasa kekeluargaan di antara seluruh elemen masyarakat Indonesia yang sedang merayakan.

“Kami menggunakan beberapa aksen fokus di Sumatera Selatan dengan memakai 50 kain songket untuk dijadikan focal point pada liburan kali ini. Kali ini Sarinah ingin mengangkat nilai kekeluargaan dari masyarakat Indonesia untuk merayakan bulan yang sangat ramai dengan berbagai hari besar keagamaan,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Sarinah (Persero) saat ini adalah Raisha Syarfuan saat presscon di Sarinah, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Pihak manajemen sendiri juga telah memprediksi akan terjadi lonjakan arus kunjungan wisatawan yang cukup signifikan selama periode libur hari raya Idulfitri. Peningkatan jumlah pengunjung diperkirakan mencapai angka 15 hingga 20 persen dibandingkan dengan total trafik pada hari biasanya.

“Sarinah sudah menghitung bahwa akan ada kenaikan sekitar 15 sampai 20 persen daripada trafik kunjungan saat ini. Peningkatan ini merupakan hal yang sangat baik karena kami sekarang melakukan kurasi produk yang jauh lebih banyak bagi masyarakat,” kata dia.

Untuk itu Sarinah akan mengadakan progam belanja malam bertajuk ‘Malam Berkah Ekstra’. Nantinya akan memberikan potongan harga yang sangat besar bagi para pelanggan setia toko.

Diskon yang ditawarkan mencapai angka 50 persen untuk berbagai jenis produk unggulan dari merek-merek yang berpartisipasi dalam program.

“Pada tanggal 6 sampai 8 Maret kami memiliki program ‘Malam Berkah Ekstra’ dengan promo diskon khusus hingga 50 puluh persen,” ujarnya. “Kami berharap semua brand untuk berpartisipasi memberikan promo terbaik agar bisa dinikmati oleh seluruh pengunjung yang datang ke Sarinah.”

Ia mengatakan, Sarinah juga bertransformasi menjadi pusat pengalaman budaya yang tidak hanya fokus pada aktivitas jual beli barang ritel secara konvensional. Konsep ini memadukan tren fesyen modern dengan sentuhan tradisional Indonesia agar tetap relevan dengan selera pasar yang terus berubah.

“Sarinah dengan visi misi baru menjadi Culture Experience Center menekankan keragaman kebudayaan Indonesia yang diselaraskan dengan momentum bulan Ramadan. Segala sesuatu yang ada di dalam gedung Sarinah saat ini pasti berkaitan erat dengan unsur kebudayaan lokal Indonesia,” kata dia.

Ia menyatakan fokus utama perusahaan saat ini adalah memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda melalui berbagai pameran seni dan kegiatan bazar komunitas. Kegiatan kolektif bersama beberapa merek muslim ternama juga telah berjalan dengan sangat baik di area premium lantai atas gedung.

“Kami memberikan pengalaman berupa pameran dan bazar dengan berbagai kegiatan yang diharapkan bisa dinikmati oleh seluruh target pasar kami. Ada kolektif beberapa brand muslim yang kami highlight di area premium karena memiliki trafik kunjungan yang sangat amat baik,” ucapnya.

Pihak Sarinah berharap seluruh rangkaian acara ini dapat memberikan kesan mendalam bagi keluarga yang berkunjung selama masa libur lebaran. Sinergi antara nilai tradisi dan modernitas menjadi kekuatan utama bagi Sarinah dalam menjaga eksistensinya sebagai ikon ritel nasional.

“Sarinah bukan mal biasa karena kami tidak hanya fokus menjual barang tetapi justru fokus memberikan pengalaman merayakan hari keluarga. Kami ingin memberikan program-program yang bisa dinikmati oleh orang tua maupun anak-anak muda untuk merayakan keberagaman di bulan ini,” ujar dia.

Dukungan Penuh InJourney untuk Sarinah

InJourney telah menyiapkan berbagai strategi matang guna mendukung operasional ekosistem pariwisata khususnya di Sarinah selama masa libur panjang. Momentum spesial ini diprediksi akan menarik banyak kunjungan wisatawan domestik karena adanya perpaduan hari raya besar pada tahun ini.

Dua hari raya besar yaitu Idulfitri dan Nyepi akan jatuh secara berdekatan pada pertengahan bulan Maret tahun 2026. Pemerintah daerah serta pusat memperkirakan bahwa masa libur masyarakat akan menjadi sangat panjang karena posisi penanggalan yang unik.

“Ada dua momentum yang kita ketahui bersama tahun ini 2026 itu unik dan spesial karena ada Idulfitri dan Nyepi. Hari raya Idulfitri diperkirakan jatuh pada tanggal 21 Maret sedangkan hari raya Nyepi jatuh pada tanggal 19 Maret,” kata Direktur Komersial InJourney Veronica H. Sisilia saat presscon di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Kebijakan Work From Anywhere atau WFA akan diberlakukan pemerintah untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat yang ingin melakukan perjalanan. Strategi ini diharapkan mampu memberikan fleksibilitas bagi para pekerja untuk tetap produktif sambil menikmati waktu libur di Sarinah.

“Pemerintah melakukan strategi WFA atau Work From Anywhere yang akan dimulai secara resmi pada tanggal 16 dan 17 Maret. Masyarakat boleh bekerja dari mana saja termasuk di Sarinah untuk mengurai kemacetan mobilitas masyarakat yang ingin segera melakukan mudik,” ucapnya.

Langkah WFA tersebut sengaja diambil untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan yang parah pada saat arus mudik berlangsung nanti. Pengalaman dari tahun sebelumnya menjadi acuan utama bagi pemerintah dalam mengatur jadwal keberangkatan masyarakat agar jauh lebih teratur.

“Pemerintah melihat kebijakan ini perlu untuk mengurai mobilitas yang selalu macet dan menumpuk saat orang-orang sedang ingin mudik. Mungkin strategi ini juga sudah mulai dilakukan pada tahun lalu jika saya tidak salah dalam mengingat kebijakan tersebut,” ujarnya.

Masa pemberlakuan WFA juga akan diterapkan kembali oleh pemerintah pada saat momen arus balik berlangsung di akhir Maret. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak pulang secara bersamaan sehingga beban jalan raya dapat terdistribusi dengan lebih baik.

“Lalu juga ada WFA di tanggal 25 sampai 27 Maret untuk arus balik masyarakat yang merayakan hari raya. Pemerintah sudah melihat bagaimana cara mengurai mobilitas masyarakat untuk dua hari raya yang sangat seru di Indonesia ini,” katanya.

Program Angkutan Lebaran 2026 secara resmi akan mulai dioperasikan oleh pihak InJourney selama 18 hari masa kerja. Berbagai posko koordinasi di seluruh ekosistem perusahaan akan disiapkan untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi para pelaku perjalanan.

“Kami menyediakan namanya Angkutan Lebaran 2026 yang akan dimulai pada tanggal 13 sampai dengan tanggal 30 Maret nant. Posko di ekosistem InJourney akan dimulai pada tanggal 13 Maret supaya arus mudik masyarakat dapat berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Kondisi kalender yang unik ini dipandang sebagai peluang besar bagi InJourney untuk meningkatkan kunjungan ke berbagai destinasi wisata. Fokus utama pengembangan potensi ini mencakup layanan bandara, hotel, hingga pusat perbelanjaan Sarinah yang menjadi ikon wisata Jakarta.

“Kami melihat ada potensi besar bagi wisata domestik di ekosistem kami melalui bandara, destinasi wisata, hingga hotel kami. Mobilitas masyarakat ini akan terurai untuk potensi wisata domestik termasuk kunjungan masyarakat ke gedung Sarinah secara lebih optimal,” kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....