Sandiaga Uno Jadi Penasihat Strategis Elitery, Perkuat Ekspansi Bisnis ke ASEAN
- 26 Agt 2026 11:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sandiaga Uno ditunjuk menjadi pemimpin Strategic Advisory Council perusahaan teknologi Elitery, sekaligus bergabung sebagai Komisaris Perseroan dalam RUPSLB Elitery yang berlangsung di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
- Elitery akan memperkuat ekspansi ke Malaysia dan ASEAN, dengan mengandalkan bisnis cloud, AI, managed services, dan keamanan siber.
- Sandiaga menekankan pentingnya membuka jalan bagi generasi pengusaha berikutnya melalui pengalaman, jejaring, dan akses bisnis.
RRI.CO.ID, Jakarta - Perusahaan teknologi PT Data Sinergitama Jaya Tbk (Elitery) memperkuat jajaran strategis perusahaan dengan melibatkan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai pemimpin Strategic Advisory Council sekaligus Komisaris Perseroan. Pengangkatan Sandiaga disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Elitery yang digelar di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Strategic Advisory Council akan menjadi forum konsultasi strategis yang memberikan arahan kepada Elitery, Khususnya, dalam bidang investasi. pengembangan bisnis internasional, dan sektor keuangan.
Kehadiran Sandiaga dinilai dapat memperkuat strategi perusahaan dalam mengembangkan bisnis berbasis cloud, kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), managed services, dan keamanan siber. Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk memperluas jangkauan bisnis Elitery ke Malaysia dan kawasan ASEAN.
Direktur Utama Elitery, Kresna Adiprawira, mengatakan keterlibatan Sandiaga secara formal merupakan kelanjutan dari hubungan pembinaan yang telah berlangsung sejak perusahaan dirintis.
"Selama bertahun-tahun, Pak Sandi ikhlas memberikan nasihat kepada kami selaku founders. Dengan kesediaan beliau memimpin Strategic Advisory Council, semangat pembinaan itu kini hadir secara formal memperkuat disiplin, tata kelola, serta pengalaman dan jejaring di bidang investasi dan keuangan," ujarnya.
Menurut Kresna, penguatan tersebut semakin relevan seiring dengan langkah Elitery mengarahkan ekspansi ke Malaysia dan kawasan ASEAN sebagai pijakan menuju pasar global.
Komisaris Utama Elitery, Roestiandi Tsamanov, menjelaskan bahwa Sandiaga telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan. Bahkan, sebelum Elitery berdiri.
"Sebelum Elitery berdiri, Pak Sandi sudah menjadi tempat saya meminta nasihat bisnis dan investasi. Kesediaan beliau memimpin Strategic Advisory Council Perseroan adalah penghormatan atas perjalanan itu," kata Roestiandi.

Sementara itu, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan pengalaman membangun perusahaan nasional harus diteruskan. Salah satunya dengan membuka akses dan peluang bagi generasi pengusaha berikutnya.
"Saya menyaksikan sendiri bagaimana Kresna dan Manov membangun Elitery dari nol. Bagi saya, tugas kita yang lebih dulu berjuang di bisnis adalah membuka jalan bagi generasi berikutnya," ujar Sandiaga.
Ia mengatakan Strategic Advisory Council akan diarahkan untuk membantu Elitery merumuskan strategi investasi, dan memperluas jangkauan bisnis internasional. Sekaligus, membuka peluang pengembangan bisnis teknologi di sektor keuangan.
"Saya selalu antusias mengikuti perkembangan teknologi seperti AI, cloud, dan keamanan siber. Saya bangga melihat anak bangsa menguasai bidang-bidang ini," katanya.
Perkuat Tata Kelola
Selain Sandiaga, RUPSLB juga menyetujui pengangkatan Meidyah Indreswari sebagai Komisaris Independen. Meidyah memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang audit, pengawasan keuangan negara, dan manajemen risiko, termasuk pengalaman panjang di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham juga menyetujui penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Penguatan jajaran komisaris dan tata kelola tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator keuangan Elitery.
Berdasarkan Laporan Keuangan Kuartal II 2026 yang belum diaudit, total aset Elitery tercatat Rp303 miliar, meningkat 2,25 persen dibandingkan posisi akhir 2025. Sementara itu, current ratio meningkat menjadi 1,54 kali dan debt to equity ratio (DER) turun menjadi 0,72 kali.
Pada periode yang sama, total liabilitas turun 8,59 persen menjadi Rp127 miliar, sedangkan ekuitas tumbuh 11,75 persen menjadi Rp176 miliar. Perbaikan tersebut mencerminkan penguatan likuiditas dan struktur permodalan perseroan.
Dengan tambahan pengalaman di bidang investasi, keuangan, pengembangan bisnis, dan pengawasan, Elitery optimistis dapat memasuki fase pertumbuhan berikutnya dengan tata kelola yang semakin kuat. Penguatan tersebut juga diharapkan membuka peluang lebih besar bagi perusahaan teknologi nasional untuk memperluas pasar di kawasan ASEAN, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....