Bahlil: Cadangan BBM Nasional 20 Hari karena Kapasitas Penyimpnan Terbatas
- 04 Mar 2026 21:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan cadangan BBM nasional yang berada di kisaran 20 hingga 25 hari. Menurutnya keterbatasan tersebut bukan karena pasokan, melainkan kapasitas penyimpanan (storage) yang belum memadai.
Bahlil menyebut kemampuan storage BBM di dalam negeri saat ini hanya cukup menampung kebutuhan sekitar 25 hari. Kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan masih sesuai dengan standar minimum nasional.
"Kenapa nggak kita melakukan persediaan lebih dari 25 hari, kalau kita adakan, kita mau simpan di mana? Storage-nya nggak cukup," kata Bahlil usai melakukan rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Dalam rapat Dewan Energi Nasional, Bahlil mengatakan, rata-rata stok BBM nasional berada di angka 22 hingga 23 hari. Ia menegaskan publik perlu memahami bahwa persoalan utamanya terletak pada daya tampung.
"Jadi mohon diluruskan, bukan karena kita tidak bisa menyiapkan lebih dari 23 hari. Karena memang daya tampungnya nggak ada," ucap Bahlil.
Bahlil memastikan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto telah memerintahkan penambahan fasilitas penyimpanan. Langkah tersebut ditempuh untuk memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
"Bapak Presiden Prabowo, memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage, supaya ketahanan energi kita ada. Storage-nya Insya Allah rencana sampai dengan 3 bulan, inilah standar minimum konsensus daripada global," ujar Bahlil.
Isu cadangan BBM mengemuka setelah konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat memicu kekhawatiran publik. Perbandingan dengan Jepang yang memiliki cadangan hingga 254 hari menjadi sorotan, meski kondisi geografis dan sistem energinya berbeda dengan Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....