LRT Jabodebek Layani 5,2 Juta Penumpang hingga Akhir Februari

  • 03 Mar 2026 23:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - LRT Jabodebek mencatat angka kunjungan mencapai 5,2 juta penumpang pada awal 2026. Capaian positif tersebut berlangsung selama periode 1 Januari hingga 28 Februari 2026.

Rata-rata harian pengguna moda transportasi ini meningkat secara signifikan jika dibandingkan capaian sepanjang tahun 2025. Lonjakan itu menunjukkan antusiasme masyarakat kawasan urban dalam menggunakan transportasi publik terus tumbuh dengan sangat baik.

Jumlah penumpang sepanjang bulan Februari 2026 tercatat mencapai angka 2.530.000 orang pengguna. Aktivitas perjalanan harian masyarakat didominasi pada hari kerja dengan rata-rata harian mencapai angka 116.714 penumpang.

Total keseluruhan pengguna moda kereta api ini sudah menyentuh angka 64,3 juta orang sejak pertama kali beroperasi. Pertumbuhan angka penumpang terlihat sangat konsisten mulai dari periode 2023 hingga awal tahun 2026.

Pergerakan penumpang terbesar saat ini masih terpusat di Stasiun Dukuh Atas serta Harjamukti dan juga Stasiun Kuningan. Rata-rata keterisian harian pada periode awal tahun ini tercatat mampu menyentuh level angka sekitar 32 persen setiap harinya.

Pelakhar Manager of Public Relations LRT Jabodebek Bramantya Candrika memberikan keterangan terkait pertumbuhan penggunaan jasa layanan transportasi. Candrika menyampaikan bahwa peningkatan jumlah penumpang merupakan indikator kuat meningkatnya kepercayaan publik terhadap keandalan sistem operasional.

“Peningkatan jumlah pengguna pada awal 2026 menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Kami akan terus menjaga keandalan operasional, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat integrasi dengan moda lain agar masyarakat mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien,” ujar Bramantya Candrika.

Kemudahan akses transaksi perjalanan saat ini sangat didukung oleh beragam sistem pembayaran non-tunai yang berbasis teknologi terkini. Pengguna bisa menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) serta dompet digital LinkAja maupun Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Peningkatan fasilitas stasiun terus dilakukan melalui optimalisasi infrastruktur seperti eskalator serta penguatan integrasi dengan berbagai moda lainnya. Skema tarif dinamis diterapkan guna memberikan fleksibilitas bagi para penumpang saat menggunakan layanan pada jam sibuk tertentu.

"Saya pikir, saya menikmati perjalanan LRT Jabodebek bersama keluarga dengan rasa aman, nyaman dan tepat waktu. Harapannya tetap dipertahankan demi pelayanan yang terbaik untuk masyarakat," kata Ayu, seorang pengguna jasa transportasi publik di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.

Evaluasi berkelanjutan akan tetap dijalankan demi mendukung kebutuhan mobilitas warga perkotaan yang sangat dinamis setiap harinya. Keamanan dan kenyamanan perjalanan tetap menjadi prioritas utama pihak manajemen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....