Pertamina Patra Niaga Pulihkan Lahan Bekas Galian dan Perkuat Ekonomi
- 02 Mar 2026 01:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Palembang - Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Sultan Mahmud Badaruddin II memulihkan lahan bekas galian tambang. Perusahaan memperkuat ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasi melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan secara berkelanjutan dan nyata.
Program tersebut menyasar wilayah Kelurahan Talang Jambe serta Kelurahan Talang Betutu, Kota Palembang, Sumatra Selatan. Inisiatif tersebut fokus mengatasi dampak kerusakan lingkungan seluas 105 hektare akibat kegiatan pengambilan tanah liat pada masa lalu.
Kegiatan tersebut memiliki empat fokus utama yang diwujudkan melalui pengembangan ekonomi berbasis pada masyarakat setempat secara luas. Program Permata memanfaatkan lahan seluas 0,42 hektare untuk meningkatkan pendapatan pengrajin batu bata dan kelompok wanita tani.
Pendapatan para pengrajin batu bata meningkat sebesar 25 persen setelah memanfaatkan sarana jaring apung bertenaga surya. Hasil ekonomi dari Kelompok Wanita Tani juga mengalami peningkatan pendapatan signifikan yakni hingga mencapai sebesar 133 persen.
Pengelolaan sampah organik maupun anorganik melalui program Pesona telah mencapai angka 85 persen bagi seluruh rumah tangga sekitar. Masyarakat mengelola sekitar 3.600 kilogram sampah per bulan melalui inovasi pengolahan limbah minyak jelantah menjadi pakan ikan.
“Pengolahan minyak jelantah dan ampas menjadi pakan ikan merupakan salah satu solusi untuk menekan dampak lingkungan akibat sampah sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujar Rusli, anggota Kelompok UMKM Pasta.
Inisiatif pengumpulan limbah minyak jelantah tersebut juga dilakukan oleh unit Aviation Fuel Terminal Boyolali pada saat ini. Langkah ini bertujuan mengurangi potensi pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah rumah tangga yang tidak terkelola dengan cara benar.
Mitigasi risiko bencana diperkuat melalui penanaman 250 pohon kelapa demi menjaga struktur tanah pada area bekas galian tambang. Pertamina Patra Niaga turut mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman banjir serta juga tanah longsor wilayah.
Unit Aviation Fuel Terminal Juanda menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo dalam pembentukan forum bernama Sister Village. Forum tersebut menjadi sarana pelatihan kesiapsiagaan darurat serta koordinasi masyarakat saat menghadapi risiko bencana secara teratur dan berkelanjutan.
Kualitas gizi anak ditingkatkan melalui pengembangan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang tergabung di dalam program bernama Pelangi. Inisiatif ini sekaligus menjadi program andalan dalam penilaian PROPER Emas dari kementerian terkait demi meraih kinerja sosial baik.
“Melalui program TJSL yang terstruktur dan berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga berupaya menghadirkan solusi nyata atas tantangan sosial dan lingkungan di sekitar wilayah operasi. Pendekatan ini tidak hanya memulihkan fungsi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru serta memperkuat ketahanan masyarakat,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M. V. Dumatubun dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 1 Maret 2026.
Pihaknya berharap transformasi kawasan bekas galian tersebut dapat menciptakan ruang yang sangat produktif serta aman bagi kehidupan seluruh masyarakat. Replikasi lintas unit operasi terus dilakukan agar wilayah di sekitar perusahaan memperoleh manfaat nyata bagi kehidupan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....