Pertamina Pastikan Stok Avtur Aman hingga Idulfitri 2026
- 26 Feb 2026 07:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina (Persero) memastikan tersedianya pasokan bahan bakar pesawat atau avtur menghadapi periode liburan Idulfitri 2026. Hal itu disampaikan saat berdialog dengan para pemimpin redaksi media nasional di Jakarta, Rabu 25 Februari 2026.
Langkah antisipasi dilakukan melalui skenario build up stock jauh sebelum masa puncak kepadatan penumpang. Ini bertujuan agar pelayanan kepada konsumen dan operasional penerbangan berjalan lancar tanpa hambatan pasokan bahan bakar.
Corporate Secretary PT Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan perusahaan memberikan perhatian khusus pada fase-fase sibuk seperti libur hari raya. Menurut dia, Pertamina telah menyiapkan berbagai lapisan mitigasi, mulai dari suplai reguler hingga rencana darurat untuk menjaga stabilitas distribusi.
Strategi ini telah teruji dalam berbagai kondisi, termasuk saat penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia. "Tujuan kami menjaga ketahanan energi dan mengamankan fase jam-jam sibuk seperti libur hari besar keagamaan,” ujarnya.
Arya menambahkan pihaknya melakuka tindakan khusus terkait hal tersebut. “Kami siapkan skenario plan A, B, hingga C agar semua mitigasi siap berlapis," ucapnya.
Vice President Aviation Fuel Business, Yosef Iswadi, memprediksi terjadinya kenaikan permintaan avtur secara nasional sebesar 3 persen dibandingkan periode normal. Dalam hal ini, Pertamina memfokuskan pengawasan pada lima bandara utama yakni Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, Juanda, Kualanamu, dan Hasanuddin.
Pertamina juga memberikan stimulus ekonomi berupa diskon harga avtur sebesar 10 persen di 37 bandara yang dikelola Angkasa Pura. “Meskipun ada diskon dan kenaikan permintaan, kami pastikan tidak akan mengurangi kualitas layanan operasional maupun ketahanan stok nasional," ujarnya.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, mengungkapkan pihaknya akan mengaktifkan Satgas RAFI (Ramadhan dan Idul Fitri) 2026. Upaya ini dilakukan untuk memonitor distribusi energi ke seluruh pelosok negeri secara real-time.
Menurut dia, satgas ini akan bekerja selama 24 jam di seluruh satuan dari pusat hingga daerah. “Tujuannya untuk memonitor distribusi energi dan mengantisipasi lonjakan penggunaan BBM,” ujarnya.
Pertamina juga menyediakan layanan call center 24 jam yang akan memantau distribusi kepada konsumen secara langsung. Pihak manajemen berjanji akan menyampaikan laporan tugas satgas ini kepada media secara berkala.
Aviation Fuel Terminal (AFT) Manager Halim Perdanakusuma, Irina Yuliana, mengungkapkan ketahanan stok di lokasi dalam kondisi sangat aman. “Ketahanan stok kami saat ini dapat digunakan selama 30 hari,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....