Mayoritas Pengelolaan Operasional Whoosh Kini Ditangani SDM Lokal

  • 25 Feb 2026 07:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Operasional kereta cepat Whoosh kini memasuki tahap pengelolaan mayoritas oleh sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Sebanyak 574 personel lokal berhasil menjalankan 80 persen fungsi operasional dan perawatan mandiri.

Ini menandai kesiapan nasional dalam pengelolaan transportasi berkecepatan tinggi, sekaligus memperkuat kapasitas operator dalam negeri menghadapi tantangan global. Ditargetkan pada tahun ini operasional Whoosh sepenuhnya dijalankan tenaga lokal dengan standar keselamatan tinggi dan layanan berkelanjutan.

Sebagai induk perusahaan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Group memastikan transfer kompetensi berlangsung terarah. Momentum ini menunjukkan penguasaan teknologi modern berkembang seiring peningkatan kualitas SDM nasional dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Dari total 574 personel tersebut, sebanyak 144 bertugas pada fungsi operasional termasuk 66 masinis dan 31 petugas pusat kendali. Pada sisi perawatan sarana, 80 personel menjaga keandalan rangkaian kereta setiap harinya selama operasional berlangsung.

Sedangkan 350 personel lainnya memastikan kesiapan jalur, jembatan, terowongan, sistem kelistrikan, persinyalan, dan komunikasi perjalanan. Selama fase transisi, KAI Group menugaskan 191 pegawai perbantuan guna memperkuat alih kompetensi dan menjaga standar keselamatan.

Mereka terdiri dari 154 pegawai KAI Induk dan 37 pegawai KAI Commuter yang ditempatkan pada berbagai fungsi strategis operasional. Tujuannya untuk menjaga kesinambungan kualitas layanan selama masa pengalihan tanggung jawab berlangsung.

Petugas Kereta Cepat Whoosh (Foto: PT KAI)

Proses transfer pengetahuan masinis Whoosh berlangsung lebih cepat dibandingkan perencanaan awal yang diterapkan di Tiongkok. Tahapan ini diselesaikan sekitar satu setengah tahun karena masinis KAI berpengalaman minimal 3.000 jam terbang.

Ini menjadi bagian sejarah perkeretaapian Indonesia sekaligus menegaskan kemandirian nasional dalam pengoperasian kereta cepat pertama Asia Tenggara. Pencapaian tersebut menunjukkan kesiapan pengelolaan teknologi tinggi secara profesional, stabil, dan terukur.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, meyakini tenaga nasional mampu memenuhi tuntutan layanan kereta cepat berstandar keselamatan tinggi. “Hal ini memperkuat arah pengembangan KAI sebagai operator berstandar global,” ujarnya, Selasa 25 Februari 2026.

Menurut Anne, operasional Whoosh akan terus dijalankan secara profesional, andal, dan berkelanjutan. “Ini berkat dukungan struktur organisasi yang solid dan penguasaan teknologi yang semakin matang,” ucapnya.

Pencapaian ini juga menjadi bukti keberhasilan kolaborasi Indonesia dan Tiongkok dalam membangun kemandirian SDM. Hal itu diungkapkan General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Eva Chairunisa.

“Selama dua tahun operasional Whoosh, proses transfer pengetahuan dari tenaga ahli kepada SDM Indonesia berjalan baik sesuai target,” ujarnya. Menurut dia, ini menjadi bukti Indonesia kini semakin mandiri dalam mengelola dan mengoperasikan sistem kereta cepat

Eva menambahkan setiap SDM dilatih menggunakan sistem terukur serta fasilitas pelatihan berstandar internasional untuk meningkatkan kompetensi. Program transfer pengetahuan mencakup bidang operasional, pemeliharaan dan perawatan, serta pengelolaan aset tetap.

“Pengelolaan 80 persen operasional Whoosh menegaskan kemampuan SDM lokal yang selaras dengan operator global,” ujarnya. Kompetensi tersebut, lanjut Eva, menjadi kekuatan untuk memastikan layanan berkembang profesional serta berdaya saing internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....