KCIC Edukasi 70 Anak Peduli Lingkungan Melalui Kereta Whoosh
- 22 Jul 2026 23:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KCIC bersama BSI mengedukasi 70 anak sekolah mengenai kepedulian lingkungan melalui aktivitas interaktif di stasiun.
- Kereta Whoosh berkontribusi menekan polusi udara dengan tingkat emisi karbon mencapai 54 persen lebih rendah dari kendaraan pribadi.
- Manajemen stasiun menerapkan pengolahan air limbah Sewage Treatment Plant untuk kebutuhan penyiraman tanaman secara ramah lingkungan.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT KCIC mengajak 70 anak dari berbagai sekolah untuk belajar peduli lingkungan. Kegiatan edukasi ini terlaksana berkat kolaborasi bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) serta BSI Maslahat.
Seluruh peserta mengikuti lomba mewarnai serta sosialisasi program ramah lingkungan di dalam Stasiun Halim. Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional pada Rabu, 22 Juli 2026.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menjelaskan pentingnya nilai kepedulian lingkungan bagi generasi muda. Kajian POLAR Fakultas Teknik Universitas Indonesia menyebut emisi karbon Whoosh ramah bagi lingkungan hidup.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak anak-anak mengenal bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, termasuk memilih transportasi publik yang lebih ramah lingkungan. Semakin dini nilai tersebut diperkenalkan, semakin besar peluang untuk membentuk kebiasaan yang peduli terhadap keberlanjutan di masa depan,” ujar Eva.
Kadar emisi karbon Whoosh tercatat hanya sebesar 6,9 gram CO₂ per penumpang kilometer perjalanan. Jumlah keluaran gas buang tersebut diklaim 54 persen lebih rendah daripada emisi kendaraan pribadi.
Satu rangkaian kereta cepat Whoosh mampu mengangkut penumpang dengan kapasitas maksimal hingga 601 orang. Kapasitas angkut satu rangkaian kereta cepat setara dengan penggunaan sekitar 150 unit mobil pribadi.
Para peserta juga mengikuti permainan Green Mission Challenge untuk mempraktikkan langsung cara memilah sampah. Mereka diajarkan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai hingga menghemat kertas selama kegiatan edukasi berlangsung.
Selain itu, seluruh anak diperkenalkan pada sistem pemilahan sampah yang diterapkan di stasiun Whoosh. Langkah ini merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan sistem pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.
KCIC juga menyediakan fasilitas water station di berbagai stasiun sebagai wujud nyata komitmen keberlanjutan. Layanan tersebut bertujuan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai di lingkungan stasiun kereta cepat.
Seluruh stasiun Whoosh memiliki Sewage Treatment Plant (STP) untuk mengolah sisa limbah cair toilet. Hasil olahan air limbah tersebut dapat digunakan kembali untuk kebutuhan nonkonsumsi seperti menyiram tanaman.
Layanan digitalisasi yang diterapkan saat ini juga turut membantu upaya pengurangan penggunaan kertas stasiun. KCIC mencatat sekitar 80 persen pembelian tiket kereta cepat dilakukan melalui kanal layanan digital.
Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti mengharapkan para peserta dapat memahami pentingnya menjaga kelestarian. Edukasi interaktif ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan ramah lingkungan bagi masa depan generasi muda.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya menikmati pengalaman menaiki Whoosh, tetapi juga membawa pulang pemahaman bahwa setiap kebiasaan sederhana, mulai dari menjaga kebersihan hingga memilih transportasi publik, dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan. Semoga nilai-nilai tersebut terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Emir Monti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....