Menteri PKP Targetkan Groundbreaking Rusun Subsidi Meikarta 8 Maret 2026
- 20 Feb 2026 12:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah menargetkan groundbreaking pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, dilaksanakan pada 8 Maret 2026. Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, pembangunan ini menjadi bagian dari percepatan penyediaan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Menurutnya, proyek ini merupakan terobosan untuk mendukung target Program 3 Juta Rumah. “Rencana 8 Maret kita akan lakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) di lokasi lahan Meikarta yang akan dibangun rusun subsidi," kata menteri yang akrab disapa Ara ini dalam diskusi bersama perwakilan Lippo Group di Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.
Ia mengatakan, sebelum pembangunan dimulai, Kementerian PKP akan melakukan survei untuk memahami kebutuhan dan preferensi konsumen. Survei dilakukan dengan metodologi dan sampling yang tepat agar produk rumah susun (rusun) subsidi sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia juga memastikan kesiapan ekosistem pendukung hunian, seperti ketersediaan sekolah, rumah sakit, tempat kerja, dan akses transportasi. “Rusun subsidi ini tidak hanya bangunan, tetapi harus didukung lingkungan yang layak dan produktif bagi penghuninya,” katanya, menjelaskan.
Menurutnya, berdasarkan data BP Tapera, dalam lima tahun terakhir pembiayaan rusun subsidi hanya terealisasi 140 unit. Ia menilai angka itu kecil sehingga perlu terobosan memanfaatkan lahan Meikarta dengan target pembangunan hingga 141.000 unit.
Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi komitmen Lippo Group dalam mendukung rencana pembangunan rusun subsidi tersebut. “Kolaborasi seperti ini penting agar program pemerintah berjalan cepat dan tepat,” ucapnya.
Pemerintah berharap pembangunan rusun subsidi di Meikarta dapat menjadi model penyediaan hunian vertikal terjangkau. Hunian tersebut juga diharapkan terintegrasi dengan fasilitas sosial, fasilitas umum, serta akses ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....