Produk Makanan dan Minuman Indonesia Diminati Pelaku Usaha Mancanegara

  • 13 Feb 2026 14:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Dubai - Konsul Jenderal RI Dubai Denny Lesmana mengonfirmasi kenaikan potensi transaksi pangan nasional pada pameran internasional Gulfood 2026 di Uni Emirat Arab (UEA). Denny menyatakan bahwa produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia kini sangat diminati oleh para pelaku usaha mancanegara.

Lonjakan nilai kontrak dagang tersebut mencapai angka 62,63 persen dibandingkan dengan capaian pada periode tahun sebelumnya. Peningkatan ini memberikan sinyal positif bagi penguatan penetrasi produk lokal ke kawasan Timur Tengah secara luas.

“Peningkatan capaian potensi transaksi lebih dari 60 persen menandakan tingginya animo pelaku usaha di UEA terhadap produk mamin Indonesia. Pameran ini juga memberikan eksposur lebih luas bagi produk mamin Indonesia untuk menjangkau pasar di berbagai kawasan,” ujar Denny di Dubai, Jumat, 13 Februari 2026.

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai Widy Haryono mengungkapkan ketertarikan pengunjung mancanegara terhadap Paviliun Indonesia sangat luar biasa besar. Widy menjelaskan bahwa ragam komoditas seperti biskuit dan kopi instan menjadi daya tarik utama bagi pembeli.

Potensi transaksi yang terkumpul sejauh ini telah menyentuh angka 107,17 miliar rupiah berdasarkan data formulir kontak. Nilai tersebut diprediksi akan terus bertambah seiring dengan proses verifikasi dokumen transaksi yang masih berlangsung intensif.

“Pengunjung Paviliun Indonesia terlihat sangat antusias melihat produk-produk Indonesia yang dipamerkan. Makin beragamnya pengunjung dari berbagai negara menandakan semakin luasnya jangkauan promosi produk secara global, semakin besar pula peluang Indonesia mendapatkan buyers dari seluruh dunia,” ujar Widy.

Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha mengajak para mitra internasional untuk terus berkolaborasi dengan eksportir. Judha menekankan bahwa stabilitas politik dan ekonomi nasional menjadi modal kuat dalam membangun kemitraan bisnis jangka panjang.

Implementasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif sejak dua tahun lalu telah menghapus tarif bea masuk secara signifikan. Fasilitas perdagangan tersebut membuka peluang bagi produk olahan tepung dan susu untuk bersaing dengan harga kompetitif.

“Indonesia memiliki daya tarik ekonomi yang kuat dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, serta stabilitas politik dan diplomatik yang mendukung iklim usaha. Telah diimplementasikannya Indonesia-UAE Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA) sejak 2023 yang menghapus tarif bea masuk,” ujar Judha.

Perwakilan manajemen PT Sekar Laut Tbk Aditya Warman Untung sangat mengapresiasi dukungan aktif dari kantor perwakilan dagang. Aditya menyebutkan bahwa fasilitas penjajakan bisnis mempermudah perusahaan dalam menemukan jaringan pasar swalayan yang sangat tepat.

Melalui pendampingan pemerintah, produk camilan lokal kini telah berhasil masuk ke dalam jaringan supermarket internasional terkemuka. Pengalaman sukses pada tahun lalu mendorong perusahaan untuk semakin gencar membidik pasar potensial di Afrika dan Eropa.

“Melalui kegiatan business matching di pameran Gulfood 2026, kami telah bertemu calon mitra potensial dari Afrika dan Eropa. Tahun lalu, produk kami berhasil masuk ke jaringan swalayan Lulu Supermarket dan Wemart Hypermarket,” ujar Aditya.

Kinerja perdagangan nonmigas Indonesia ke Uni Emirat Arab mencatatkan surplus yang sangat besar mencapai 1,62 miliar dolar. Total nilai ekspor utama masih didominasi oleh komoditas perhiasan logam mulia serta produk minyak kelapa sawit.

Sektor makanan olahan menunjukkan tren pertumbuhan positif sebesar 16,81 persen selama kurun waktu lima tahun terakhir. Permintaan terhadap produk olahan daging dan ikan mentah juga mengalami kenaikan yang sangat stabil di pasar Dubai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....