Produk Fesyen UKM Indonesia Raih Potensi Transaksi Rp33,15 Miliar di Korea Selatan
- 05 Jul 2026 15:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Produk fesyen UKM Indonesia meraih potensi transaksi USD1,95 juta (Rp33,15 miliar) melalui ASEAN Panorama 2026 di Seoul, Korea Selatan hingga akhir Mei 2026.
- Atase Perdagangan RI Roesfitawati menekankan bahwa pasar Korea Selatan masih terbuka lebar dengan minat konsumen yang tinggi terhadap produk fesyen Indonesia.
- Indonesia menghadirkan 10 pelaku UKM yang mengikuti seminar dan business matching dengan importir potensial untuk memahami tren pasar dan persyaratan masuk pasar Korea Selatan.
- Produk fesyen Indonesia memiliki keunggulan karakter kuat karena mengangkat unsur kriya dan budaya lokal, namun perlu didukung pemenuhan standar keamanan dan keberlanjutan bahan baku.
RRI.CO.ID, Seoul - Produk fesyen usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia membukukan potensi transaksi sebesar USD1,95 juta. Nilai tersebut setara sekitar Rp33,15 miliar.
Potensi transaksi diperoleh melalui keikutsertaan Indonesia pada ASEAN Panorama 2026 di Seoul, Korea Selatan. Potensi transaksi tersebut tercatat hingga akhir Mei 2026.
Atase Perdagangan RI di Seoul Roesfitawati mengatakan potensi pasar Korea Selatan bagi produk Indonesia masih terbuka lebar. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan tingginya minat konsumen Korea Selatan terhadap produk fesyen Indonesia.
"Melalui kolaborasi dengan ASEAN-Korea Centre (AKC), kami terus menjembatani pelaku UKM Indonesia dengan importir dan buyer potensial. Ke depan, kami akan terus memperluas akses pasar agar semakin banyak UKM Indonesia mampu menembus pasar Korea Selatan," ujar Roesfitawati dalam keterangan yang dikutip RRI, Minggu, 5 Juli 2026.
ASEAN Panorama 2026 merupakan program promosi perdagangan tahunan yang diselenggarakan ASEAN-Korea Centre. Indonesia menghadirkan 10 pelaku UKM yang menampilkan berbagai produk fesyen dan gaya hidup.
Para pelaku UKM mengikuti seminar, business matching dengan sejumlah importir. Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pemahaman mengenai tren pasar, preferensi konsumen, serta persyaratan memasuki pasar Korea Selatan.
"ASEAN Panorama 2026 juga memperkuat soft power dan posisi produk Indonesia di Korea Selatan. Selain itu, ajang ini turut mempererat solidaritas ASEAN dengan menghadirkan seluruh negara anggota dalam satu platform promosi bersama," ujar Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan.
Pendiri IKIDS Melati Nurani Nayu mengatakan keikutsertaannya dalam ASEAN Panorama 2026 membuka peluang ekspor ke Korea Selatan. Kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman mengenai tren pasar dan preferensi konsumen.
"Kami juga dapat memperluas jejaring dengan distributor serta memperoleh wawasan. Mengenai perkembangan industri fesyen Korea Selatan melalui kunjungan ke Samsung C&T Fashion Group," ujar Melati.
Marketing Manager Musinsa Nara Kim menilai produk fesyen Indonesia memiliki karakter kuat karena mengangkat unsur kriya dan budaya. Menurutnya, keunggulan tersebut perlu didukung pemenuhan standar keamanan produk dan keberlanjutan bahan baku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....