Wamendag Dorong Penguatan Ekosistem Industri Baja dan Besi Nasional

  • 12 Feb 2026 10:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mendorong penguatan ekosistem industri besi dan baja nasional agar lebih tangguh. Roro menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku usaha guna menjaga iklim bisnis yang kondusif.

Sektor baja memiliki peran sangat strategis dalam menopang surplus neraca perdagangan nonmigas Indonesia pada tahun lalu. Sinergi seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk meningkatkan kapasitas produksi demi memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

“Kita harus bersinergi untuk memperkuat ekosistem industri besi dan baja nasional. Dengan kolaborasi yang solid, kita dapat meningkatkan produksi, menjaga daya saing,” ujar Roro di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Industri logam dasar ini mencatatkan kinerja gemilang dengan nilai ekspor mencapai angka USD 27,97 miliar. Surplus perdagangan pada sektor besi dan baja bahkan menyumbang kontribusi sebesar USD 18,44 miliar bagi negara.

Indonesia saat ini menempati peringkat ke-14 sebagai produsen baja mentah dunia dengan kapasitas 18 juta ton. Konsumsi baja dalam negeri diproyeksikan akan terus meningkat hingga mencapai 19,3 juta ton pada tahun ini.

“Kami berkomitmen mendukung industri besi dan baja nasional agar makin produktif, efisien, dan mampu bersaing di tingkat global. Dengan ekosistem yang kuat dan kolaborasi yang berkelanjutan, industri baja Indonesia diharapkan dapat memberikan dampak berganda bagi perekonomian nasional,” kata Roro.

Pemerintah juga memanfaatkan instrumen pengamanan perdagangan sesuai ketentuan organisasi perdagangan dunia untuk melindungi produsen lokal. Kebijakan ini bertujuan menangkal praktik perdagangan tidak adil seperti lonjakan impor yang signifikan atau dumping.

Pengawasan terhadap pemenuhan standar produk terus diperketat guna menjamin kualitas barang di pasar dalam negeri. Langkah tersebut diambil untuk menciptakan kepastian berusaha bagi para investor di sektor industri logam berat.

Presiden Direktur PT Garuda Yamato Steel Tony Taniwan menilai industri baja merupakan induk dari segala jenis industri. Tony mengatakan bahwa ketahanan ekonomi suatu negara tercermin sangat jelas dari kekuatan sektor besi dan baja.

Pembangunan nasional sangat bergantung pada ketersediaan material baja sebagai fondasi utama berbagai proyek infrastruktur strategis. Sektor ini menjadi tulang punggung yang menyangga keberlangsungan berbagai bidang usaha produktif di seluruh Indonesia.

“Industri besi dan baja merupakan fondasi bagi berbagai sektor usaha. Jika industri baja kuat, maka ekonomi negara juga akan kokoh,” ujar Tony.

Tony juga mengharapkan adanya kebijakan proporsional yang mampu menyeimbangkan kebutuhan industri dengan dinamika persaingan global. Regulasi pemerintah harus tetap menjaga daya saing produk lokal agar tidak tergerus oleh serbuan produk impor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....