Wamenperin Dorong Inovasi Industri Pengolahan Nonmigas

  • 11 Feb 2026 15:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mendorong pelaku usaha meningkatkan inovasi serta memperkuat sinergi hulu hingga hilir. Faisol menjelaskan bahwa sektor industri pengolahan nonmigas (IPNM) telah menjadi motor penggerak utama bagi perekonomian Indonesia.

Pemerintah berkomitmen penuh untuk memperluas akses pasar ekspor bagi produk makanan dan minuman nasional. Langkah strategis ini bertujuan guna mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki oleh subsektor industri agro domestik.

“Kami mendorong pelaku industri untuk terus berinovasi dan memperkuat sinergi hulu-hilir. Pelaku industri juga didorong meningkatkan akses pasar ekspor,” ujar Faisol di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Subsektor makanan dan minuman telah berhasil mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 6,23 persen tahun lalu. Kontribusi industri tersebut terhadap total industri pengolahan nonmigas nasional bahkan mencapai angka 41,06 persen.

Realisasi investasi pada sektor ini telah menyentuh angka Rp80,49 triliun hingga akhir periode triwulan ketiga. Sektor makanan juga telah menyerap tenaga kerja sebanyak 6,67 juta orang pada Agustus 2025.

“Kami melihat potensi besar dari industri ekstrak bahan alam dalam menciptakan nilai tambah tinggi dan memperkuat ekspor. Pemerintah akan terus mendukung melalui kebijakan yang berfokus pada daya saing, penguatan rantai pasok lokal, serta peningkatan SDM dan teknologi,” kata Faisol.

Pemerintah akan terus memberikan dukungan melalui kebijakan yang berfokus pada penguatan rantai pasok lokal. Peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguasaan teknologi menjadi kunci utama dalam persaingan global.

Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika menekankan pentingnya pengolahan berbasis bahan alam nusantara. Putu menyatakan bahwa komoditas rempah, kopi, dan teh memiliki peran sangat strategis bagi kemandirian industri.

“Industri pengolahan berbasis bahan alam seperti rempah, kopi, teh, dan kakao memiliki peran strategis dalam menciptakan nilai tambah. Hilirisasi komoditas ini akan meningkatkan kemampuan industri kita dalam memenuhi kebutuhan domestik sekaligus memperluas penetrasi ekspor,” ujar Putu.

Hilirisasi komoditas tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan domestik sekaligus memperluas penetrasi pasar internasional secara signifikan. Pemerintah juga telah menyiapkan instrumen kebijakan berupa program restrukturisasi mesin dan peralatan industri modern.

Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi serta mendukung kampanye besar mengenai substitusi produk impor. Penggunaan teknologi terbaru yang ramah lingkungan menjadi prioritas dalam mewujudkan visi industri nasional berkelanjutan.

“Program ini bertujuan meningkatkan ketersediaan bahan baku serta mendukung substitusi impor untuk mewujudkan kemandirian industri. Program ini juga meningkatkan daya saing melalui efisiensi, produktivitas, dan penggunaan teknologi ramah lingkungan,” kata Putu.

Integrasi hulu hingga hilir industri berbasis bahan alami telah dipraktikkan secara nyata oleh perusahaan nasional. Pengolahan kekayaan hayati Indonesia kini menggunakan teknologi canggih seperti ekstraksi alami dan sistem sterilisasi uap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....