Indonesia Perkuat Kemitraan Dagang Dengan Amerika Serikat

  • 06 Feb 2026 15:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti melakukan pertemuan strategis dengan perwakilan US-ASEAN Business Council. Roro menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat kolaborasi perdagangan serta investasi bersama Amerika Serikat.

Otoritas perdagangan Indonesia berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi para investor internasional secara merata. Langkah ini bertujuan untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional yang inklusif serta berkelanjutan di masa depan.

“Pemerintah Indonesia terus berupaya menciptakan iklim perdagangan dan investasi yang kondusif serta sejalan dengan agenda pembangunan nasional. Pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk mendorong kerja sama perdagangan dan investasi yang seimbang dan saling menguntungkan,” ujar Roro dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.

Implementasi kebijakan perdagangan dirancang secara proporsional guna menjaga kepentingan nasional tanpa mengganggu operasional dunia usaha. Pemerintah memastikan adanya kejelasan aturan dan kepastian hukum bagi setiap pelaku usaha asing yang masuk.

“Kami terbuka terhadap masukan dari dunia usaha internasional. Setiap kebijakan dipastikan diimplementasikan secara proporsional, jelas, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” kata Roro.

Executive Vice President United States-ASEAN Business Council (USABC) Marc P. Mealy menyampaikan apresiasi tinggi atas keterbukaan komunikasi pemerintah Indonesia. Marc menilai dialog berkelanjutan sangat krusial bagi perusahaan dalam mengambil keputusan investasi jangka panjang.

“Kami menghargai kesempatan untuk berdialog secara langsung dengan Pemerintah Indonesia. Kepastian kebijakan dan dialog yang berkelanjutan sangat penting bagi dunia usaha dalam mengambil keputusan investasi jangka panjang,” ujar Marc.

Dunia usaha Amerika mengharapkan adanya pendekatan kebijakan industri yang lebih strategis pada berbagai sektor prioritas. Fleksibilitas dalam tahap transisi kebijakan dianggap penting agar para pengusaha memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian.

Berdasarkan data kementerian, total nilai perdagangan kedua negara mencapai angka sebesar USD 43,80 miliar. Nilai ini menunjukkan pertumbuhan signifikan jika dibandingkan dengan total transaksi pada periode tahun sebelumnya.

Indonesia tercatat meraih surplus perdagangan dengan Amerika Serikat mencapai angka sebesar USD 18,11 miliar. Total nilai ekspor nasional ke negeri paman sam tersebut menyentuh angka USD 30,95 miliar.

Sementara itu, nilai impor Indonesia dari Amerika Serikat berada pada kisaran angka USD 12,84 miliar. Neraca perdagangan yang positif mencerminkan daya saing produk lokal yang semakin kuat di pasar internasional.

Selain itu, Roro mengundang komunitas bisnis Amerika Serikat untuk berpartisipasi dalam ajang bergengsi Trade Expo Indonesia 2026. Forum promosi ini menjadi sarana efektif dalam memperluas jejaring dagang serta meningkatkan investasi dua arah.

Kedua belah pihak juga membahas penyelesaian perjanjian kerangka kerja ekonomi digital di tingkat regional ASEAN. Inisiatif ekonomi hijau serta sirkular menjadi topik penting guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih ramah lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....