Kemendag Fasilitasi 1.217 UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

  • 06 Feb 2026 14:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso melaporkan keberhasilan program UMKM BISA Ekspor dalam membuka akses pasar internasional. Budi menyatakan inisiatif kementerian telah mendorong ribuan pelaku usaha lokal menjadi eksportir baru yang sangat tangguh.

Sepanjang 2025, sebanyak 1.217 pelaku usaha dari berbagai sektor telah mendapatkan fasilitas penjajakan bisnis. Nilai transaksi yang berhasil dibukukan dari program tersebut mencapai angka sebesar USD 134,87 juta.

“Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuka akses langsung UMKM ke pasar global melalui penjajakan bisnis (business matching). Sepanjang 2025, sebanyak 1.217 UMKM telah terfasilitasi dengan total transaksi yang dihasilkan sebesar USD 134,87 juta,” ujar Budi di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.

Sektor makanan dan minuman mendominasi kegiatan temu bisnis tersebut dengan persentase sebesar 29,99 persen. Produk perkebunan serta furnitur turut menyumbang transaksi yang signifikan bagi kinerja perdagangan luar negeri.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus bagi penyandang disabilitas dan perempuan pelaku usaha melalui sesi tematik. Langkah inklusif ini memastikan setiap lapisan masyarakat memiliki peluang yang sama untuk merambah pasar mancanegara.

“Business matching tematik mendorong partisipasi UMKM penyandang disabilitas dan perempuan pelaku usaha agar produk unggulannya dapat dikenal dan diterima di pasar internasional. Upaya ini adalah komitmen memastikan seluruh pelaku UMKM memiliki kesempatan yang setara untuk mengakses pasar global,” kata Budi.

Pemilik CV Berkah Pangan Nusantara Ryza Sulistyanawati menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program ekspor tersebut. Ryza menilai kegiatan tersebut memberikan pemahaman komprehensif mengenai peluang pasar yang tersedia di luar negeri.

Pertemuan langsung dengan calon pembeli asing menjadi sarana yang efektif bagi pengusaha kecil daerah. Pengetahuan mengenai karakteristik pasar negara tujuan sangat membantu UMKM dalam menyesuaikan kualitas produk mereka.

Produsen rempah Billiton Spice Fifi mengungkapkan bahwa forum tersebut sangat bermanfaat bagi kemajuan usaha daerah. Produk lada putih unggulan asal Bangka Belitung kini memiliki kesempatan besar untuk masuk pasar global.

“Kegiatan business pitching dan business matching yang difasilitasi Kemendag merupakan forum yang bermanfaat bagi pelaku usaha daerah. Produk unggulan kami, Billiton Spice Muntok White Pepper memperoleh kesempatan untuk menjajaki peluang ekspor ke pasar yang lebih luas,” ujar Fifi.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menegaskan penguatan program melalui kolaborasi dengan perwakilan luar negeri. Puntodewi akan melibatkan aktif Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk memperluas jaringan calon pembeli internasional.

Pendampingan intensif secara berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas produk ekspor dari UMKM. Kemendag berupaya memastikan seluruh masukan dari pelaku usaha ditindaklanjuti guna efektivitas program di masa depan.

“Kemendag berkomitmen mengantarkan produk Indonesia ke pasar internasional. Kami akan menindaklanjuti berbagai masukan konstruktif untuk memastikan program ini berjalan semakin efektif dan berdampak nyata bagi peningkatan ekspor nasional,” kata Puntodewi.

Pemerintah telah menyiapkan rekomendasi sebanyak 178 pameran internasional sebagai referensi promosi bagi para pembina UMKM. Daftar tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong produk lokal ke panggung dunia tahun ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....