Pertamina Pasok Propylene ke Polytama Perkuat Hilirisasi Petrokimia Nasional

  • 01 Feb 2026 19:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Indramayu - PT Pertamina memperkuat program hilirisasi petrokimia secara nasional di Indonesia. Upaya tersebut terwujud melalui operasional perusahaan afiliasi PT Polytama Propindo.

Perusahaan tersebut mengandalkan pasokan propylene dari PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VI Balongan. Mereka memproduksi polypropylene bernilai tambah guna memenuhi kebutuhan bahan baku bagi industri dalam negeri.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Muhammad Baron memberikan penjelasan terkait aktivitas produksi ini. Ia mengatakan kilang milik perusahaan tersebut menghasilkan produk antara sebagai bahan baku industri petrokimia.

"Eksistensi Pertamina melalui Polytama, menjadi bukti peran Pertamina dalam mendorong hilirisasi migas," kata Baron dalam keterangannya, Minggu, 1 Februari 2026.

Kapasitas produksi maksimal Polytama saat ini tercatat mencapai angka 300 ribu ton per tahun. Rata-rata pasokan bahan dari Kilang Balongan mencapai 250 ribu ton pada setiap tahun berjalan.

Bahan baku propylene dipasok langsung dari kilang melalui jaringan pipa sepanjang sekitar empat kilometer. Polytama mengolah bahan tersebut menggunakan teknologi Spheripol dari LyondellBasell untuk hasilkan produk polypropylene berkualitas.

Direktur PT Polytama Propindo Dwinanto Kurniawan menegaskan posisi perusahaan dalam ekosistem industri hulu hilir. Integrasi sistem tersebut menjadi fondasi penting bagi ketahanan industri petrokimia di wilayah negara Indonesia.

“Polytama tidak berdiri sendiri. Kami merupakan bagian dari sistem industri nasional yang menghubungkan sektor hulu dan hilir, mulai dari kilang hingga ke industri manufaktur. Integrasi ini menjadi fondasi penting bagi ketahanan industri petrokimia Indonesia,” ujar Dwinanto.

Produk polypropylene Polytama dipasarkan untuk kebutuhan sektor kemasan hingga berbagai jenis peralatan rumah tangga. Bahan tersebut digunakan industri membuat olahan plastik seperti alat makan serta serat fiber benang.

Perusahaan berencana meningkatkan kapasitas produksi menjadi 600 ribu ton per tahun lewat pengembangan fasilitas. Fasilitas baru itu akan mendapatkan dukungan pasokan bahan baku dari kilang Pertamina seluruh Indonesia.

“Pemanfaatan propylene dari kilang Pertamina ini berperan strategis dalam mengurangi ketergantungan impor bahan baku petrokimia, serta memperkuat ketahanan industri petrokimia nasional. Ini sekaligus memperkuat nilai tambah sumber daya dalam negeri,” ujar Baron.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....