Bahaya Politik Uang dalam Pilkada

  • 12 Nov 2024 07:33 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Ustadz Tri Wibowo, dalam tausiyah singkatnya di "Cahaya Pagi" Pro 4 RRI Pontianak Selasa (12/11/2024), mengingatkan masyarakat akan bahaya praktik politik uang yang sering terjadi dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Dalam acara kajian ini, dia menegaskan bahwa politik uang merusak tatanan demokrasi dan bisa menyebabkan pemimpin yang terpilih tidak amanah dalam menjalankan tugasnya.

"Politik uang adalah salah satu bentuk penyimpangan yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga bertentangan dengan prinsip-prinsip moral dalam agama. Hal ini akan membawa dampak buruk, baik bagi calon pemimpin maupun masyarakat," ujar Ustadz Tri dalam ceramahnya.

Ia juga menambahkan bahwa praktik politik uang seringkali memengaruhi pemilih untuk memilih berdasarkan iming-iming materi, bukan karena visi, misi, dan integritas calon pemimpin. Ustadz Tri menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk cerdas dalam memilih pemimpin yang tidak hanya menjanjikan kesejahteraan materi, tetapi juga memiliki kualitas kepemimpinan yang baik dan berkomitmen pada kebenaran.

"Dalam Islam, memilih pemimpin yang amanah sangat ditekankan. Pemimpin yang dipilih dengan cara yang benar, tanpa suap dan manipulasi, akan lebih diberkahi dalam memimpin. Sebaliknya, pemimpin yang dipilih dengan cara yang tidak benar akan merugikan banyak pihak dan berdampak buruk bagi bangsa ini," katanya.

Dia juga mengajak umat untuk lebih aktif dalam mengawasi jalannya Pilkada dan tidak mudah tergoda dengan iming-iming materi. "Mari kita bangun kesadaran bersama untuk memilih pemimpin dengan hati nurani, berdasarkan rekam jejak dan visi yang jelas, bukan karena uang yang ditawarkan," katanya.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Ustadz Tri juga mengingatkan bahwa masyarakat harus berperan aktif dalam melaporkan praktik politik uang kepada pihak berwenang agar pilkada dapat berlangsung dengan jujur, adil, dan sesuai dengan nilai-nilai demokrasi yang sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....