Rencana Pengiriman 8.000 Pasukan Indonesia ke Gaza
- 24 Feb 2026 16:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
PATUT menjadi kebanggaan apabila Indonesia sebagai negara pertama yang mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza Palestina. Sebab Indonesia merupakan negara yang sejak lama mengakui dan mendukung kemerdekaan Palestina.
Pasukan yang akan ditempatkan di Gaza ini bukan berada di bawah mandat pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), melainkan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF). Oleh karenanya pengiriman pasukan tersebut masih menunggu kesepakatan di lingkungan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Jadi hingga kini konfigurasi, jumlah, dan peran pasukan Indonesia masih memerlukan pembahasan lanjutan di tingkat internasional. Indonesia juga perlu mendalami aturan dan kesepakatan yang mengatur keterlibatan pasukan stabilisasi internasional tersebut.
Kita mendukung Pemerintah yang terus mematangkan detail teknis antar kementerian dan lembaga yang terlibat, sembari menunggu kejelasan mandat. Pada prinsipnya, Pemerintah dan TNI telah menyiapkan pasukan untuk diberangkatkan ke Gaza sewaktu-waktu, apabila telah ada keputusan politik dan mandat yang jelas.
Bahkan apa bila diperlukan, Pemerintah dan TNI siap mengerahkan hingga 8000 pasukan untuk membantu mengamankan perdamaian di Gaza. Kita tentu percaya dengan pasukan yang memiliki pengalaman menjalankan misi-misi perdamaian di sejumlah negara berkonflik sebelumnya, dapat pula menjalankan misi penjaga perdamaian dan membantu percepatan perbaikan Gaza.
Sehingga statement penting yang pernah diucapkan Presiden Prabowo Subinto yakni bukan hanya sekadar kemerdekaan Palestina yang tercapai. Tetapi juga pengakuan dan hidup damai berdampingan, two-state solution, harus dapat terwujud.