Abdul Kholik Beberkan Tujuh Problematika Pembangunan
- 24 Sep 2024 09:30 WIB
- Semarang
KBRN, Purwokerto : Anggota DPD RI Perwakilan Jawa Tengah Dr Abdul Kholik mengungkapkan problematika pembangunan di Indonesia. Abdul Kholik mencatat terdapat tujuh problematika pembangunan di Indonesia.
Problematika pertama yaitu kemiskinan, meski sudah ada penurunan angka kemiskinan, tetapi secara populasi masih besar 26,16 juta orang. Kedua, yaitu stunting sebanyak 21,6 persen, 17,7 persen bergizi buruk dan 10,2 persen berbadan kurus.
“68 persen total penduduk Indonesia tidak mampu membeli satu paket makanan sehat dan bergizi seharga Rp 22.126 perhari,” ucapnya dalam orasi ilmiah di Universitas Jenderal Soedirman, Senin (23/9/2024).
Ketiga ketimpangan ekonomi, Indonesia peringkat ketiga terburuk di dunia.“Kekayaan empat orang terkaya Indonesia setara setara Rp.335 triliun, sama dengan total kekayaan 100 juta orang termiskin,” ungkanya.
Keempat jelas dia, ketimpangan antar wilayah, menurutnya pulau Jawa dihuni oleh 56 persen penduduk Indonesia. Problematika kelima deindustrialisasi, industry manufaktur tahun 1996 sebesar 29 persen, namun tahun 2022 hanya sebesar 18 persen.
Keenam menurutnya produk domestik bruto yang belum masuk dalam kategori high income. “Sejak tidak ada haluan negara, kita cenderung discontinue antar periode kepemimpinan dan sosok kepemimpinan,” ungkapnya.
Ketujuh kemajuan teknologi, UNESCO mencatat kapasitas IPTEK Indonesia masih berada di kelas 3, belum sebagai negara maju.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....