Pemasangan Chattra Stupa Induk Candi Borobudur Dibatalkan

  • 11 Sep 2024 15:04 WIB
  •  Semarang

KBRN, Magelang : Rencana pemasangan Chatrra ( payung) yang akan dipasang di stupa induk Candi Borobudur dibatalkan. Pembatalan pemasangan Chattra tersebut berdasarkan kajian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN).

“Berdasarkan kajian teknis dari BRIN yang berakhir 9 September kemarin, BRIN merekomendasikan Chattra tidak jadi dipasang. Karena, kekuatan struktur stupa induk sangat lemah dan sangat berbahaya jika dipasang di stupa induk,”kata Koordinator Museum dan Cagar Budaya (MCB) Unit Borobudur Wiwit Kasiyati, Rabu (11/9/2024).

Wiwit mengatakan, selain kajian teknis dari BRIN juga berdasarkan kajian dari Museum Cagar Budaya Unit Borobudur. Yakni, material batuan Chattra hasil rekontruksi Theodoor Van Erp pada 1907-1911 silam, diragukan keasliannya.

Data hasil kajian dari tim arkeolog Balai Konservasi Borobudur pada 2018 dan hasil kajian BRIN tersebut saling melengkapi. Yakni, Chatrra hasil rekontruksi van Erp tidak akan dipasang.

“Kesimpulannya, Chattra rekontruksi van Erp yang saat ini sudah dibongkar tidak akan disusun coba dan tidak akan dipasang. Nantinya batuan Chattra tersebut akan dipindahkan ke tempat yang baik dan dibiarkan terurai,”imbuhnya.

Sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat Desa Borobudur meminta agar pemasangan Chattra (payung) stupa induk Candi Borobudur ditunda pemasangannya. Permintaan penundaan tersebut adanya kekhawatiran terhadap nilai sejarah dan keaslian Candi Borobudur dan diperlukan kajian yang mendalam.

"Pemasangan Chattra tersebut erkesan buru-buru dan terlalu dipaksakan. Padahal pemasangan bebatuan candi tidak semudah itu dan diperlukan kajian yang mendalam," kata Koordinator Daya Desa Borobudur Lukman Fauzi Mudasir,

Candi Borobudur tidak hanya simbol spiritual bagi umat Buddha, melainkan, merupakan warisan budaya yang penting bagi seluruh dunia. Segala bentuk intervensi terhadap Borobudur harus dilakukan dengan kehati-hatian melalui kajian dan penelitian disesuaikan kaidah sejarah dan arkeologi.

(wiedyas)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....