Kisah Lahirnya Rahwana, Sang Angkara Murka Raja Alengka
- 08 Agt 2024 21:16 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Dalam cerita wayang Ramayana, salah satu tokoh antagonis yang paling terkenal adalah Rahwana atau Dasamuka. Prabu Dasamuka adalah raja Kerajaan Alengka, putera sulung Begawan Wisrawa dengan Dewi Sukesi.
Dasamuka naik takhta menggantikan kakeknya, Prabu Sumali. Ia memiliki sifat yang dianggap sebagai lambang angkara murka, serakah dan tamak.
Kisah lahirnyapun sudah membawa ceritera yang cukup menggegerkan. Diawali ketika Dewi Sukesi sudah menginjak dewasa, atas izin ayahnya, mengadakan sayembara untuk mendapatkan calon suami.
Sebagai syarat sayembara itu, siapa dapat menerangkan intisari ilmu Sastrajendra Hayuningrat Pangruwating Diyu, dialah yang berhak untuk menjadi suaminya. Begawan Wisrawa, seorang pertapa sakti, mengikuti sayembara dengan maksud meminang Dewi Sukesi untuk putranya, Prabu Wisrawana raja negeri Lokapala.
Namun saat Begawan Wisrawa mengajarkan ilmu itu, Batara Guru dan Dewi Uma turun ke bumi untuk mencegahnya. Bagi para dewa, penyebaran ilmu Sastrajendra Hayuningrat Pangruwating Diyu di kalangan manusia memang merupakan larangan.
Untuk menggagalkan pengajaran ilmu itu, Batara Guru lalu menysup ke raga Begawan Wisrawa, sedangkan Dewi Uma merasuk ke tubuh Dewi Sukesi. Dalam kondisi tersusupi Batara Guru, Begawan Wisrawa pun tergoda oleh kecantikan Dewi Sukesi sehingga ia lupa akan tugas pokoknya.
Terjadilah hubungan yang tidak diharapkan antara guru dan murid itu, akhirnya Prabu Sumali terpaksa menikahkan keduanya untuk menutup rasa malu. Namun niat Prabu Sumali itu ditentang oleh Jambumangli, paman sang puteri yang ternyata diam-diam mencintai Dewi Sukesi.
Pada waktunya, Jambumangli mati terbunuh dalam perkelahian dengan Begawan Wisrawa. Anak yang lahir dari hubungan terlarang itu adalah Rahwana. Dan dari pernikahan Begawan Wisrawa dengan Dewi Sukesi, lahir pula adik-adik Rahwana, yakni Kumbakarna, Sarpakenaka dan Wibisana.
Dari empat bersaudara itu, hanya Wibisana yang bertampang tampan, sedangkan lainnya berwujud raksasa. Saat masih muda, mereka berempat pernah bertapa di gununug Gohkarna hingga berbulan-bulan.
Akibatnya, kahyangan menjadi goncang dan membuat para dewa-dewi gelisah. Batara Narada segera turun ke dunia untuk menemui dan menanyakan apa maksud dan tujuan mereka bertapa.
Dasamuka minta agar diberi kesaktian luar biasa yang tak terkalahkan, sedangkan Kumbakarna minta agar diberi umur amat panjang. Namun setelah diperingatkan, Kumbakarna mengubah permintaannya, ia ingin selalu bisa makan enak, banyak serta bisa tidur nyenyak dan lama.
Dewi Sarpakenaka minta agar ia dapat melampiaskan nafsu birahinya sepuas mungkin. Sedangkan Wibisana meminta agar dirinya memiliki keberanian untuk menyatakan kebenaran hakiki dan berani bersikap memihak kebenaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....