Arek-Arek Nusantara Nutup Suro Hening Dengan Diskusi Budaya

  • 08 Agt 2024 17:04 WIB
  •  Surabaya

KBRN Surabaya: Peradaban Leluhur Nusantara sangat Luas dari segi pendidikan intelektual, mengenal konsep Ke Esa - An maupun Ke Tuhanan dan Ajaran serta kebudayaan yang tidak kalah dengan peradaban Eropa, Amerika, Arab timur tengah, cina dan bangsa lainya.

Hal ini terlihat dari bentuk prasasti atau peninggalan jejak berupa candi, petilasan, punden dan berbagai Sanggar Pamujan hingga tempat yang dianggap sakral oleh warga setempat.

Meskipun pemerintah daerah, kota, kabupaten ataupun pusat tidak mengakuinya sebagai tempat sakral Warisan Leluhur.

Berbagai alasan seperti warga pendatang atau tidak memahami karena banyak sejarah atau tetenger warisan Leluhur Nusantara yang dihilangkan oleh kolonial penjajah Belanda akibat perang politik intrik peristiwa tahun 65 sehingga banyak kaum muda atau Gen Z tidak akan pernah mengerti sejarah Leluhurnya sendiri.

Barisan Kebudayaan yang tergabung di Arek Arek Nusantara mencoba membongkar & Mengembalikan kembali kejayaan Leluhur Nusantara atau biasa orang Jawa menyebutnya dengan bahasa URI URUP URIP.

1. URI artinya Uri dibuka atau dibongkar lagi sejarah yg hilang.

2. URUP ditukar sejarah yang salah dibuang dan yang baik kita kembalikan serta kebenarannya.

3.URIP Hidup kembali sejarah sebenarnya Warisan Leluhur Nusantara.

Sekjend Arek Arek Nusantara, Ki Ageng Kinco mengungkapkan oleh karena itu Arek Arek Nusantara selama Bulan Suci Suro tahun Saka Jawa melakukan Tirakatan atau Hening Sembayang bersama selama sebulan penuh.

"Tentunya juga melakukan berbagai kajian ilmiah tentang Budaya Leluhur Nusantara salah satu nya diskusi membedah Proses Mencari Jati Diri Seorang Begawan,"ujarnya kepada RRI. (7/8/2024)

Proses yang di lalui seorang Begawan harus mempunyai watak & sifat berciri ciri 3 karakter yaitu sabar, mengalah, berani , dan mau mengakui kesalahan. Sifat inilah yang wajib dimiliki sebagai seorang Begawan untuk bisa ketemu Langsung dengan Tuhannya.

Tetapi proses pencariannya tidak mudah dan butuh waktu untuk mencari Jati diri hingga bertemu Hyang Maha Kuasa dan itu bisa dilakukan melalui sebuah Yang di gambarkan oleh Jayangrono dengan istilah Anaknya Sawong Rono kemudian Sawung Sari hingga menjadi Sawung Galing yang artinya "TELU IKU SIJI & SIJI IKU TELU " baru kita akan sempurna untuk menuju Proses Pencariannya.

Maka dari itu Arek Arek Nusantara menutup Suro Tahun Baru Saka Jawa diiringi dengan Napak Tilas Leluhur di berbagai tempat Peninggalan Warisan Leluhur dengan 5 tempat yang menjadi Sasaran.

1. Berangkat bersama dari Alas Nusantara

2. Punden Joko Lelono di Simo Kalangan ato bawah tol surabaya

3. Tuguh ato Candi Panjang Jiwo Sungai Bratang Jagier Surabaya

4. Sumur Bumi di Waru Gunung Surabaya

5. Makam Dewi Sangkra Ibu Sawunggaling di Lidah Surabaya

6. Lemah Morop, Gunung Butak di SinggaSana Gunung Sari Surabaya

7. Sanggar Agung Pamujan Nusantara di Alas Nusantara Surabaya

Proses perjalanan Arek Arek Nusantara Menyambut Bulan Suci Suro atau Kramat bagi para orang Jawa untuk terus diperjuangkan supaya anak dan cucu keturunan tidak lupa bahwa Leluhur Nusantara punya peradaban yang besar dan tidak kalah dengan bangsa lain.

Berbagai perjuangan juga tidak akan terlambat menciptakan Satrio Satrio Hutomo untuk memperkuat Barisan Budaya Leluhur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....