Bahaya merawat Ayam warna warni !

  • 19 Jul 2024 08:05 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN Bandarlampung: Penyebutan terhadap Ayam warna warni sendiri sebetulnya tidak merujuk pada jenis ayam, sebab sebetulnya ini adalah jenis ayam DOC atau boiler yang masih kecil, tetapi diwarnai dengan bahan pewarna tekstil. Namun, di balik pesonanya, ada bahaya yang tidak dapat diabaikan. Di pasar-pasar bahkan di sekolah, kini semakin banyak pedagang yang menawarkan ayam-ayam berwarna-warni sebagai daya tarik utama, menyulut minat anak-anak kecil.Namun, tahukah Anda bahwa ayam warna-warni tersebut sebenarnya berbahaya? Mengapa demikian?

Mewarnai anak ayam tersebut dengan zat pewarna berbahaya, yakni dengan bahan pewarna tekstil (pewarna pakaian). Bahan pewarna yang tidak semestinya untuk hewan ini sangat membahayakan bagi tubuh hewan.

Fajar (37), penjual ayam warna warni di Pasar Rebo, Gunung Sulah ini menjual bibit ayam secara ecer dengan harga 5 ribu rupiah perekornya.

"Pelanggan banyak yang suka anak ayam yang diwarnain. Jadi kita jual bukan hanya bibit anak ayam polos saja," kata Fajar saat ditemui RRI.co.id ,Kemarin .

"Iya diwarnain pakai pewarna biar menarik. Sesuai selera warna yang kita sukai, ada warna hijau, merah, kuning, ungu. Pokoknya warna yang menarik. kan pembelinya rata-rata anak-anak," kata Fajar.

Para pedagang terpaksa membeli anak ayam warna warni karena lebih disukai anak-anak meski warna itu membahayakan hewan demi keuntungan mereka mengabaikan hal tersebut.

Dari segi tampilan memang anak ayam itu menarik dan lucu bagi mainan anak-anak. Namun, zat pewarna tekstil yang dipakai itu dapat membahayakan anak ayam tersebut.

Karena anak ayam yang masih kecil belum memiliki bulu sebagai penghangat tubuhnya. Bulu kecil yang tumbuh belum cukup untuk menjadi pelindung tubuhnya dari cuaca atau suhu dingin. Jadi masih butuh tubuh induknya untuk mendapatkan kehangatan/panas. Jika diberi cairan cat otomatis suhu tubuhnya makin lama makin turun karena kedinginan. Terlebih lagi cairan zat pewarna yang dipakai biasanya memakai pewarna tekstil, sehingga bisa meresap masuk dari pori-pori kulit tubuh ayam dan meracuni bagian dalam hingga membuatnya mati. Hal ini karena proses pewarnaan yang dilakukan secara paksa dapat menyebabkan stres dan trauma pada ayam. Ayam yang stres dan trauma akan mengalami penurunan daya tahan tubuh, sehingga lebih rentan terhadap penyakit. Selain itu, ayam yang diwarnai juga tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Bagi orang tua yang memilih membelikan ayam berwarna-warni untuk anak-anak, perlu diingat bahwa ini bukanlah pilihan yang aman. Anak-anak yang berinteraksi langsung dengan ayam tersebut berpotensi terpapar zat-zat kimia berbahaya yang digunakan dalam proses pewarnaan. Selain itu, pemeliharaan ayam-ayam ini di rumah dapat menjadi risiko tambahan, terutama jika tidak diawasi dengan ketat.

Sebagai alternatif, lebih bijak untuk memilih ayam dengan warna asli yang alami. Ayam-ayam ini umumnya lebih sehat, kuat, dan memiliki daya tahan tubuh yang baik. Untuk pemula, memulai dengan ayam-ayam ras lokal yang telah terbukti tahan terhadap kondisi lingkungan setempat dapat menjadi pilihan yang lebih cerdas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....