Pertumbuhan Ekonomi Surabaya Meningkat Berkat Kota Lama

  • 04 Jul 2024 13:03 WIB
  •  Surabaya

KBRN Surabaya: Grand Launching Kota Lama telah berlangsung meriah, masyarakat se-Kota Surabaya tumpah ruah di Zona Eropa, Plaza Outdoor Internatio Building, Rabu (3/6/2024) malam. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menghadirkan berbagai pertunjukan menarik, mulai dari video mapping show, orchestra, teatrikal, dan juga drum corps.


Pada grand opening kali ini, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama Wakil Wali Kota Surabaya Armuji turut serta meresmikan Kota Lama. Tidak hanya itu, juga hadir jajaran Pimpinan DPRD Kota Surabaya, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya, Koso Nippon, hingga stakeholder yang mendukung acara ini.


Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengucapkan terima kasih kepada semua warga Kota Surabaya dan stakeholder yang telah membantu bersinergi menghidupkan Kota Lama. Selain itu, ia juga berterima kasih kepada awak media dan influencer yang telah mempromosikan dan

memberitakan Kota Lama sehingga dikenal oleh masyarakat.


“Mari kita gaungkan terus menerus melalui media sosial dan media-media yang ada, kita tunjukkan bahwa Surabaya tidak berhenti untuk berjuang, dan selalu berbuat kebaikan. Saya berharap dengan grand launching ini, Surabaya diberikan berkah oleh gusti Allah,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah mengaku bersyukur, Grand Launching Kota Lama berjalan lancar, Antusiasme masyarakat yang hadir lebih banyak daripada saat soft launching pada 27 Juni 2024.


Hidayat mengatakan, Grand Launching Kota Lama Surabaya ini, pemkot mendapatkan bantuan 2 unit mobil listrik model Jeep Limousine. Selain itu, pemkot juga mendapatkan bantuan 25 unti becak listrik, untuk dinikmati oleh para pengunjung wisata Kota Lama. Hidayat juga berencana pemkot akan terus menambah angkutan massal untuk wisata Kota Lama ke depannya.


“Untuk menikmati sarana tersebut, nanti pengunjung bisa membeli tiketnya. Untuk mobil listrik Jeep Limousine tiketnya sekitar Rp25 ribu. Kalau mobil Jeep (mesin) nanti harganya Rp45 ribu per orang,” kata Hidayat.

Hidayat berharap, adanya wisata Kota Lama, pertumbuhan ekonomi di Kota Surabaya terus meningkat. Maka dari itu, ia berharap ke depannya Disbudporapar Surabaya lebih banyak lagi kegiatan agar kunjungan wisata di Kota Surabaya terus meningkat.

“Dampaknya sudah terlihat dari pendapatan Pemkot Surabaya, pajak hotelnya naik,pajak restorannya naik,pajak hiburannya naik, bahkan pajak parkirnya pun juga naik, bahkan kemarin dari saat liburan banyak masyarakat yang datang Sumatera, bahkan ada juga yang dari Indonesia Timur,”ujarnya.

Untuk kegiatan selanjutnya, pemkot melalui Disbudporapar Surabaya akan segera menggelar pertandingan e-Sport di Kota Lama Surabaya pada 26 Juli 2024, dan juga ada pertandingan Pesta Vintage yang digelar oleh RRI Surabaya.

“Kita juga ada pertandingan semi final Proliga di komplek Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), kemudian juga ada Piala AFF U-19 2024 yang juga digelar di Stadion GBT serta Stadion Gelora 10 November (G10N), Tambaksari. Kemudian dilanjut dengan Voli Champion,” katanya.

Kota Lama Surabaya semakin meriah ketika Pemkot Surabaya menyajikan video mapping show di Plaza Outdoor Internatio Building kemarin malam. Video mapping show berdurasi kurang lebih 10 menit itu berhasil memanjakan mata para pengunjung yang hadir.

Video mapping hasil karya Project Director LZY Visual, Muhammad Edo Barudi itu, menampilkan gambar 3 Dimensi (3D) yang mengagumkan. Mulai dari penampilan video peperangan 10 November 1945, perjuangan Arek-arek Suroboyo, hingga masih banyak penampilan menakjubkan lainnya.

“ada juga tampilan 3D gedung tampak terlihat hidup, seperti seakan roboh, hingga terbakar. Dengan visual itu, nuansa Kota Lama menjadi semakin lebih menyala lagi,” kata Edo.

Dalam pembuatan video mapping show ini, Edo membutuhkan waktu sekitar 4 minggu. Setelah Melakukan proses panjang, Edo berhasil membuat suasana malam Grand Launching Kota Lama Surabaya semakin semarak.
Edo menambahkan, sebelum membuat video mapping show di Grand Launching Kota Lama Surabaya, ia juga sempat membuat video mapping show di beberapa acara kegiatan nasional bahkan Internasional. Seperti World Water Forum, Indonesia Pavilion, KTT ASEAN, dan kegiatan lainnya.

“Harapannya video mapping show di Gedung Internatio kali ini adalah yang pertama kali. Untuk yang akan datang, kami harap bisa mewarnai lebih banyak lagi Kota Surabaya dengan video mapping ini,” katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....