Klinik Aisyiyah Singkawang Sabet Juara Nasional dari BKKBN
- 27 Jun 2024 17:00 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Klinik Aisyiyah Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat berhasil menyabet penghargaan tingkat nasional dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI. Klinik Aisyiyah Kota Singkawang mendapatkan juara ketiga secara nasional pada peran klinik swasta dalam peningkatan pelayanan KB 2024.
Penghargaan bagi Klinik Aisyiyah Kota Singkawang itu diserahkan dalam momentum apresiasi program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (bangga kencana) dan percepatan penurunan stunting Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31, Rabu (26/6/2024).
Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo mengatakan apresiasi dan penghargaan ini diberikan atas realisasi Program Bangga Kencana pada pihak yang sudah membantu BKKBN dalam menjalankan berbagai program Bangga Kencana di wilayah masing-masing. “Pemberian penghargaan ini diberikan bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional ke-31 di mana tuan rumahnya Provinsi Jawa Tengah,” ujar Hasto.
Dalam pemberian penghargaan ini fokusnya pada bidang Bangga Kencana dimana prinsipnya fokus pada kualitas SDM termasuk percepatan penurunan stunting.
“Di momentum Harganas inilah, kami berikan apresiasi pada semua pihak atas jasanya dalam program pembangunan manusia. Dimana kesemua pihak di sini sudah membantu mengejar kualitas SDM unggul menuju Indonesia maju,” kata Hasto.
Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Pintauli Romangasi Siregar memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Klinik Aisyiyah Kota Singkawang atas keberhasilan mendapatkan juara ketiga tingkat nasional. Dalam peningkatan pelayanan KB untuk klinik swasta regional II 2024.
"Kita bersyukur tahun ini mendapatkan penghargaan untuk klinik swasta, saya ucapkan selamat kepada Klinik Aisyiyah Kota Singkawang," ujar Pintauli.
Pintauli berharap penghargaan yang berhasil diraih Klinik Aisyiyah Kota Singkawang tersebut dapat menadi pemacu semangat klinik-klinik lainnya. Terutama untuk memberikan perhatian terkait pencatatan dalam setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
"Mereka melakukan pelayanan juga dinilai pencatatan laporannya bagus atau tidak jadi bukan hanya jumlah pelayanan namun jika tidak tercatatkan dengan baik di sistem maka tidak bisa dibuktikan klinik telah melakukan pelayanan," ucap Pintauli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....