Lebih Dekat dengan Kampung Semanggi Surabaya
- 24 Jun 2024 21:52 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Semanggi adalah tumbuhan sejenis gulma yang mengganggu padi. Namun semanggi bukan lagi gulma bagi petani di kampung semanggi Surabaya. Ada 120 kk di RW 03 Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya yang berjualan semanggi. Di kampung tersebut terdapat pembudidayaan semanggi yang dikelola oleh warga setempat.
Athanasius Suparmo, Ketua Paguyuban Kampung Semanggi, saat berbincang dengan RRI dalam program Mozaik Indonesia (24/06/2024), mengatakan sebelum tahun 2015 semanggi di cari diluar kota. "Tapi setelah 2015 para petani inisiatif untuk membudidayakan semanggi sendiri di lahan yang ada di masing-masing rumah warga. Dan kebetulan kendala yang kami hadapi sebagai pembudidaya adalah lahan yang terbatas, kemudian kami juga memanfaatkan asset pemkot untuk ditanami Semanggi. Di Benowo itu pusatnya penjual semanggi, sejak tahun 1960 semanggi mulai dikenal dan dijual, dulu masih ada 5 ibu yang mempelopori jualan semanggi dan akhirnya berkembang hingga 120 orang hingga saat ini," kata Parmo sapaan akrab Athanasius Suparmo.
Budidaya tanaman semanggi terbilang cukup mudah jika media tanamnya cocok. "Sejauh ini media yang cocok dengan semanggi adalah tanah. Mengapa? karena semanggi ini kan merambat yah kemudian kalau air yang diterima akarnya tidak mengalir akan mempengaruhi hasilnya. Semanggi yang berkualitas terlihat dari daun yang lebar dan tebal, sebaliknya jika daun yang tipis dan tidak lebar berarti masalahnya ada saat proses penanaman. Semanggi tidak bisa di tanam dalam polybag atau pot biasa, bisa mati. Semanggi membutuhkan air yang mengalir untuk proses bertanam. Selama ini sudah mencoba dengan berbagai cara namun yang cocok masih media tanam di tanah langsung," katanya.
"Semanggi ini yang ditanam bukan bibit melainkan akar, sehingga perlakuannya pun juga unik. Awal panen butuh Waktu 1 bulan baru bisa panen, setelah itu baru bisa dipanen tiap 2 minggu sekali. Untuk hasilnya sendiri tergantung luas lahan, semakin luas lahan tanam maka hasilnya pun juga akan melimpah," ujarnya.
Lantas apakah semanggi hanya bisa dikonsumsi sebagai pecel dengan bumbu khasnya yaitu olahan ketela dengan rempah? Tentu saja tidak. Semanggi bisa diolah menjadi makanan apapun. Siapa sangka jika semanggi juga bisa disulap menjadi makanan kekinian yang punya citarasa unik dan lezat.
Ditangan seorang Ibu Kartini, pemilik UMKM kuliner yang juga tinggal di Kawasan kampung semanggi, menciptakan sebuah kuliner yang mengikuti selera milenial jaman now. "Semanggi saya olah jadi kue kering seperti stik semanggi, nastar semanggi, dan putri salju semanggi. Kemudian saya juga membuat tahu bakso dari olahan semanggi serta dimsum. Lalu yang sedang dalam proyek ujicoba adalah kulit risol. Inspirasi saya saat membuat produk lain dari semanggi adalah rasa ingin tahu saya terhadap semanggi, masak sih semanggi ini cuma bisa di makan sebagai pecel saja, dan kebetulan saat kunjungan ke salah satu daerah saya melihat ada yg jual stik wortel, lalu saya langsung terpikir untuk membuat stik dari semanggi. Setelah melalui ujicoba akhirnya stik tersebut banyak peminatnya," kata kartini.
Kartini juga menambahkan bahwa dalam proses pembuatan produk dari olahan semanggi ini, ia tidak mendapat pendampingan dari ahli dibidangnya melainkan otodidak dengan praktik sendiri di rumah.
"Kebetulan semua produk yang saya buat tanpa intervensi dari siapapun. namun untuk saat ini saya mendapat bantuan dari dinas koperasi dalam hal pengurusan merk dagang dan logo, sertifikasi halal dan nanti juga ada pengurusan sertifikat PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Setelah itu saya ingin melebarkan usaha ini agar dikenal oleh masyarakat. Dan harapan saya produk saya juga bisa ada di tempat oleh-oleh yang bermitra dengan umkm," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....