Salah Satu Cara Dekat dengan Allah
- 24 Mei 2024 08:00 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya : Program Cahaya Pagi Pro 4 RRI Surabaya edisi Jumat 24 Mei 2024, bersama Ustadz Mochammad Suchrullah membahas seputar “Al Warits Yang Maha Pewaris”
Firman Allah Al Waroq “Allah memiliki nama-nama yang terbaik, maka bermohonlah kepada- Nya dengan menyebutnya. Tinggalkanlah orang-orang yang menyalah artikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan."
Apa yang menjadi hajat kita semoga dapat di ijabah Allah. Dengan cara menyampaikan hajat kita dengan media Asmaul Husna. Agar Allah membimbing kita selalu dalam jalan Allah, oleh karenanya pentingnya kita mengingat Allah dan nama-nama baiknya. Dan kita perlu memahami bahwa versi kebutuhan acuannya adalah kebutuhan versi Allah, jika mengikuti keinginan kita, maka kita selalu kurang. Tidak selamanya yang kita inginkan adalahyang kita butuhkan. Jadi cukup serahkan permintaan kepada Allah sesuai dengan kebutuhan kita versi Allah.
"Al Waritz merupakan asmaul husna yang menempati nomor 97. Ini kaitannya dengan hak waris. Dari segi bahasa adalah mewarisi atau ahli waris. Sebagai sifat Allah yang mewarisi, semuanya akan berpulang kepadanya. Dan yang maha pewaris adalah Allah. Apa yang kita dapatkan, semuanya akan berpulang kepadanya Sebagai pembelajaran kita, semua hal didapat dari Allah akan kembali kepadanya. Diharuskan, hak waris digunakan sebaik-baiknya bagi penerima waris agar yang mewarisi mendapat manfaat dari apa yang telah ditinggalkan di alam barzah, " jelasnya.
Menelaah dari surat Al Hijr ayat 23. “Dan sesunggguhnya kami benar-benar menghidupkan orang yang mati dengan menciptakannya dari keadaan yang tidak ada sebelumnya, dan kami mematikan orang yang hidup setelah berakhir ajalnya. Dan kamilah yang mewarisi bumi dan yang berada di atasnya.”
Kandungan ayat tersebut adalah agar kita tidak hanya berorientasi kepada dunia. Kita berdoa dan kita pasrahkan kepada Allah, agar kita legowo. Kita pasrahkan kepada Allah.
"Di dalam Islam terkait hak waris ada ilmu mawaris. Yaitu ada bagian-bagian yang menjelaskan tentang hak waris. Semua sudah diatur, dan bisa di konsultasikan kepada yang lebih paham. Ada saran dan masukan dalam kompetensi ilmu waris. Juga penting bagi kita, menjadikan Asmaul Husna sebagai wasilah," tambahnya.
Dari surat Al maidah 35. “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah wasilah (jalan untuk mendekatkan diri) kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung.”
Maksud ayat tersebut adalah segala sesuatu yang menjadi perantara atau media dalam mendekatkan diri kepada Allah. Apapun yang diberikan dan apapun yang diterima, cukup dipasrahkan kepada Allah agar kita mendapatkan berkat. Dengan begitu tidak terjadi pertikaian memperebutkan warisan.
Para ulama menyepakati, menggunakan perantara tawasul. Kita bertawasul menggunakan asma Allah untuk berdoa kepada Allah. Dan kita bertawasul diperbolehkan dengan amal-amal yang sholeh. Dengan bertawasul kita dapat berpegang teguh kepada ajaran Allah. Kita yang berlumur dosa tidak serta merta apa yang kita minta bisa langsung dikabulkan. Dengan perantara tawasul, maka bisa menjadi penyebab Allah mengabulkan permintaan dan doa kita. Pada dasarnya kita juga perlu merayu Allah dengan melafalkan asmaul husnya nya, agar apa yang menjadi permohonan kita dapat di ijabah dan dikabulkan oleh Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....