Kota Tua Peninggalan Kolonial di Pontianak

  • 23 Mei 2024 19:32 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Kedatangan Belanda di Pontianak tidak dipungkiri, pernah membangun kota Pontianak. Pembangunan tersebut salah satunya dapat terlihat dari Irigasi, warisan pengetahuan di bidang konstruksi, infrastruktur, budaya, kuliner dan sebagainya.

Peninggalan Belanda saat ini dijadikan Wisata kota tua Kolonial di Pontianak. Wisata sejarah ini sangat diminati para guru dan pelajar siswa.

“Di tahun 2015, 2016, 2017 cukup banyak peminatnya terutama guru-guru sama siswa. Sekolah ingin belajar tentang Belanda di Kota Pontianak. Hampir setiap minggu ada sekolah yang minta dibawa, kadang kita tolak karena terbatas waktu dan tenaga. Ada kita siapkan tour guide, misal ada SMA mana minta bawa belajar kota kolonial kita bawa jalan, nanti kita Jelaskan sejarah perkembangan kota kolonialnya”, ungkap Haris Firmansyah, M.Pd, (Pendiri Komunitas Wisata Sejarah Kalimantan Barat) saat menjadi narasumber "Ngander" di Pro 4 RRI, Senin (20/5/2024).

Kawasan kota tua di Pontianak dulunya berawal ketika VOC melakukan perjanjian dengan Kesultanan Pontianak. Kemudian Belanda melalui VOC mendapatkan wilayah yang sering disebut dengan tanah seribu. “Tanah seribu dalam peta Belanda, Taman Alun Kapuas salah satu peninggalannya. Taman Alun Kapuas sebenarnya dibangun sejak pemerintahan Hindia Belanda berhadapan langsung dengan kantor Walikota yang dulunya merupakan kantor pemerintahan kolonial. kemudian mereka membangun macam-macam bangunan yang ada di sekitarnya untuk mengolah kota kolonial ini sehingga hari ini bisa kita lihat bukti peninggalannya. Bangunan Bank Indonesia lama (dulunya digunakan untuk sekolah anak anak Eropa), kemudian kantor pos, kemudian gedung yang dulu digunakan kwarda pramuka, SD 14 dan beberapa bangun-bangunan kecil yang lainnya yang masih bisa kita lihat hari ini di kawasan kolonial”, Ujarnya.

Kawasan Kolonial ukurannya 1000 pal disebut dengan tanah seribu. Kawasan ini memutar dari jembatan satu, kemudian berbatasan melalui beberapa jalan. Jalan tersebut yakni Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Tengku Umar, Jalan HOS Cokroaminoto lurus menuju jalan Diponegoro, sampai ke jalan Parit Besar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....